News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Football Institute Buka-bukaan Kinerja Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

Dalam unggahan Football Institute di TikTok, Budi Setiawan merilis data dimana persentase menang Shin Tae-yong hanya 44,60 persen. 
Rabu, 7 Februari 2024 - 14:54 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong
Sumber :
  • PSSI

tvOnenews.com - Founder Football Institute, Budi Setiawan merilis kinerja Shin Tae-yong selama memimpin Timnas Indonesia. Bergabung sejak akhir 2019, Shin Tae-yong telah bermain 47 pertandingan. 

Dalam unggahan Budi Setiawan di TikTok, Budi Setiawan merilis data dimana persentase menang Shin Tae-yong hanya 44,60 persen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Statistik kemenangan STY selama empat tahun melatih timnas hanya 44,60 persen!" tulis Budi Setiawan dikutip Rabu (7/2/2023). 

tvonenews

Dari total 47 laga yang dipimpin Timnas Indonesia mencatatkan 21 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 16 kekalahan.

Dalam sembilan pertandingan Shin Tae-yong pun didominasi oleh kekalahan dimana catatan Timnas Indonesia adalah satu kali menang, satu kali seri, dan tujuh kali kalah. 

Bahkan jumlah kemasukan 27 gol dengan enam gol saja. 

"Statistik Shin Tae-yong, hanya mampu menang lawan tim Gurem, susah payah imbangi Thailand dan Vietnam, tak mampu menang melawan atim besar," tulis Football Institute. 

Kemenangan yang dimaksud Budi Setiawan di antaranya adalah tiga kali menang lawan Brunei Darussalam, dua kali menang lawan Timor Leste, dua kali menang lawan Kamboja, dua kali menang lawan China Taipei dan dua kali menang dari Curacao. 

Timnas Indonesia pun menang satu kali atas Myanmar, Laos, Malaysia, Singapura, Kuwait, Nepal, Filipina, Burundi, Turkmenistan, dan Vietnam. 

"Negara-negara yang secara kualitas di bawah Indonesia," tulis Football Institute. 

Sepuluh pertandingan pun berakhir imbang dengan mayoritas melawan tim asal ASEAN seperti Thailand tiga kali, Vietnam dua kali, dan Singapura tahan imbang sekali. 

Sementara itu hasil imbang pun diraih Timnas Indonesia ketika menghadapi Bangladesh, Burundi, Palestina, dan Filipina. 

"Melawan Thailand dan Vietnam kita masih belum bisa mengalahkan mereka, bahkan melawan Filipina dan Bangladesh Indonesia ditahan imbang," lanjut Football Institute. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, 16 kekalahan Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong didominasi oleh tim-tim yang memiliki peringkat jauh di atas Timnas Indonesia. 

Timnas Indonesia tercatat kalah dua kali dari Irak, Libya, Vietnam, dan Afghanistan. Sementara itu, Timnas Indonesia tercatat kalah dari Oman, Uni Emirat Arab, Thailand, Yordania, Argentina, Iran, Jepang dan Australia. 

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT