News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Coach Justin Geram Dengar Youtuber Ini Ejek Pemain Pilihan Shin Tae-yong, Beri Wejangan ke Pemain Timnas Indonesia

Dua youtuber asal Amerika Serikat yang memandu acara sepakbola The Give n Go, Reynoso dan Soltero tengah menjadi perbincangan para pecinta sepakbola Indonesia.
Selasa, 16 Januari 2024 - 21:03 WIB
Kolase Coach Justin dan The Give n Go
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Dua youtuber asal Amerika Serikat yang memandu acara diskusi sepakbola The Give n Go yakni Reynoso dan Soltero tengah menjadi perbincangan para pecinta sepakbola Indonesia.

Bukan tanpa alasan, dua youtuber itu seolah meremehkan kualitas dan juga meragukan kiprah Timnas Indonesia di ajang Piala Asia 2023 Qatar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, Reynoso dan Soltero tak ragu menyebut kalau Skuad Arahan Shin Tae-yong merupakan salah satu tim terburuk di ajang Piala Asia 2023 Qatar ini.

Youtuber The Give n Go (Sumber: Tangkapan Layar)

Pada video yang diunggah pada Selasa 9 Januari 2024 lalu di kanal Youtube The Give n Go, keduanya sepakat kalau Timnas Indonesia merupakan salah satu tim terburuk di Piala Asia 2023 Qatar bersama dengan Hongkong.

Bukan tanpa alasan, menurut mereka hal tersebut berdasarkan ranking FIFA dimana Indonesia berada di peringkat 146 dan juga Hongkong di peringkat 150.

"Kira-kira tim itu Indonesia (tim terburuk kedua), seharusnya begitu. Setelah Hongkong karena ranking 150. Dilatih oleh Shin Tae-yong, mereka anak-anak Bro, mereka anak-anak kecil," ucap salah satu host.

Selain itu mereka juga menyinggung Timnas Indonesia yang merupakan Tim termuda di ajang Piala Asia kali ini.

Bahkan mereka menyinggung kalau Timnas Indonesia merupakan sekumpulan anak-anak Tiktokers yang bermain bola.

"Mereka (timas Indonesia) adalah tim termuda di Piala Asia 2023 dengan rata-rata usia 24,3 tahun, lebih muda dari kita. Mereka ini masih anak-anak, TikTokers yang bermain untuk tim ini," ujarnya.

Mereka pun meragukan kiprah dari Timnas Indonesia akan berbicara banyak di ajang Piala Asia 2023 Qatar ini.

Semua itu berdasarkan dari rekor uji coba dari Timnas Indonesia yang kalah dua kali saat menghadapi Libya. 

Serta persiapan Skuad Garuda untuk Piala Asia 2023, dimana salah satu Host itu mengatakan tim Indonesia akan kesulitan di Grup D dan akan berada di peringkat keempat grup tersebut. 

Timnas Indonesia sendiri tergabung di grup D pada ajang Piala Asia 2023 di Qatar ini bersama dengan Jepang, Irak dan juga Vietnam.

Coach Justin tak Terima The Give n Go Ejek Pemain Timnas Indonesia

Pernyataan yang disampaikan oleh dua youtuber Amerika Serikat itu pun memancing berbagai reaksi dari pendukung Timnas Indonesia.

Salah satunya adalah pengamat sepak bola Indonesia, Justinus Lhaksana atau Coach Justin yang juga mengkritik The Give n Go.

"Gua amat sangat terganggu karena gue sebagai mantan pelatih timnas, gua tidak pernah mengalami itu, di mana orang lain membahas tim gue, dan tim gue harga dirinya diinjak-injak, menurut gue ini yang terjadi," tutur dilansir Youtube pribadinya, Justinus Lhaksana.

"Ini contoh aja dari yang gue lihat, gue nggak lihat sepenuhnya. Jadi dia bilang ya timnas Indonesia ini pemainnya paling muda, mereka lebih kayak bocah yang bermain TikTok, terus diposting Marselino lagi joget di ruang ganti," ujar Coach Justin.

Coach Justin mengatakan kalau ada banyak hal yang disampaikan oleh dua youtuber itu yang seolah mengejek skuad arahan Shin Tae-yong itu.

"Dan bikin celakanya, sebenarnya mereka ngomong apa adanya, tapi dengan tone yang sangat merendahkan, jadi mereka merasa Indonesia ini cuman tim hura-hura," ujarnya.

"Gua harap video gue ini sampai ke pemain, kalau gue jadi Shin Tae-yong, video yang berdurasi 10-20 menit ini gua akan putar, selama sejam atau 2 jam," ujarnya. 

"Tonton aja terus karena dalam bahasa Inggris, jadi pemain yang naturalisasi juga paham, dan yang Indonesia sebagian semoga juga paham, bahwa ini sebuah hinaan, ibarat kita belum bermain tapi udah diinjak-injak dulu," ujarnya.

Bukan hanya itu, Coach Justin tidak ingin kalau para penggawa Timnas Indonesia diremehkan sebelum benar-benar bermain.

"Gua selalu bilang, kualitas pemain kita biasa banget, medioker gua pakai istilahnya, cuman bukan berarti lu gak bisa lolos," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Lu bisa lolos kalau mindset disatukan, sikap profesional, turunkan ego, fighting spirit, top 100 persen baru lu bisa menang, baru lu bisa menunjukkan, lu bisa membungkam para orang-orang di Indonesia yang membenci kalian, yang nggak ngeliat kalian bisa bakal lolos," sambungnya.

"Kalian akan membungkam orang-orang di luar negeri yang merasa jago bahasa inggris, merasa ngerti sepak bola Asia, yang meremehkan kalian, agar kalian bisa lolos dengan bermain bagus," imbuhnya. (ind/akg)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT