News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Asnawi Mangkualam Ternyata Sempat Dilarang oleh Keluarga untuk Berkarier di Liga Korea: Ditentang Orang Tua Karena...

Karier Asnawi Mangkualam di Korea Selatan ternyata tak selalu mulus. Dirinya harus melalui berbagai kesulitan dan drama sebelum akhirnya tiba di Negeri Ginseng.
Sabtu, 30 Desember 2023 - 17:10 WIB
Pemain Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam
Sumber :
  • Instagram @jeonnamdragons_fc

tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia yang saat ini bermain bagi Jeonnam Dragons, Asnawi Mangkualam ternyata sempat dilarang keluarganya untuk berkarier di Liga Korea.

Asnawi Mangkualam diketahui sudah tiga musim berkarier di K League 2 bersama dua tim berbeda yakni Ansan Greeners dan Jeonnam Dragons.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama dua musim di Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam telah tampil sebanyak 42 pertandingan dengan catatan dua gol dan tiga assist.

Performa impresifnya itu membuat Asnawi Mangkualam direkrut oleh Jeonnam Dragons pada awal tahun 2023 dan telah bukukan 27 laga serta dua assist.

Sebelumnya, pemain 24 tahun itu memperkuat kontestan Liga 1 Indonesia yakni PSM Makassar sebelum hijrah ke Korea Selatan.

Kepindahan Asnawi Mangkualam ke K-League 2 tak lepas dari peran juru latih Timnas Indonesia yakni Shin Tae-yong yang memperkenalkan sepak bola Korea kepadanya.

Pelatih Shin Tae-yong juga selalu mengandalkan Asnawi Mangkualam saat menahkodai Timnas Indonesia junior ataupun senior hingga memberinya jabatan kapten tim. 

Meski demikian, kepindahannya ke Korea Selatan tiga musim lalu ternyata tak berjalan mulus. Berbagai kendala dihadapi oleh Asnawi  sebelum akhirnya dia hijrah ke Negeri Ginseng.

Hal ini ia sampaikan dalam siniar di kanal YouTube Sport77 pada 14 September 2023 lalu saat Asnawi Mangkualam menceritakan awal mula kariernya di Korea Selatan.

Asnawi Mangkualam saat memperkuat tim K-League 2, Jeonnam Dragons

Menurut Asnawi, dirinya sempat kesulitan ketika beradaptasi dengan kebiasaan di Korea Selatan. Dia juga harus menyesuaikan bahasa dan makanan yang ada di sana.

Selain itu, pola permainan setiap tim di Korea Selatan juga sangat berbeda daripada di Indonesia sehingga membuatnya sedikit kesulitan.

“Harus banyak lari, kekuatan fisik lebih diutamakan. Ketika (saya) datang kesana, kondisi tubuh seperti belum siap,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asnawi Mangkualam juga mengungkapkan bahwa keluarganya sempat tidak setuju ketika dirinya memutuskan untuk menerima tawaran dari tim Korea Selatan.

“Dapat tawaran (nilainya) kecil, sempat berdebat juga dengan orang tua tapi aku kasih penjelasan mereka mulai paham dan sampai saat ini disupport,” ujar Asnawi di kanal YouTube Sport77.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT