Hasil Pemain Timnas Indonesia Abroad: Banyak Pilar Garuda Hilang, Jay Idzes Banjir Kritik di Liga Italia meski Sassuolo Menang
- Ajax
Jakarta, tvOnenews.com - Penampilan pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri kembali menjadi sorotan. Dari Liga Italia hingga Liga Belanda, ada yang menuai kritik keras, ada pula yang justru menghilang dari skuad klub masing-masing.
Jay Idzes menjadi nama yang paling banyak dibicarakan usai pertandingan Sassuolo kontra Cagliari di Liga Italia. Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia itu mendapat sorotan tajam dari media setempat meski timnya menang 2-1.
Laga pekan ke-31 Liga Italia 2025/2026 di Mapei Stadium berjalan penuh drama bagi Sassuolo. Tim asuhan Fabio Grosso itu sukses mengamankan tiga poin setelah bangkit dan membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri.
Kemenangan tersebut sebenarnya terasa spesial karena diraih lewat comeback yang tidak mudah. Namun, perhatian publik justru lebih banyak tertuju kepada Jay Idzes yang baru kembali usai membela Timnas Indonesia.
Idzes menjadi penyebab awal petaka bagi Sassuolo pada babak pertama. Ia melakukan handball di dalam kotak penalti saat pertandingan berjalan sekitar setengah jam.
Wasit langsung menunjuk titik putih tanpa ragu setelah melihat pelanggaran tersebut. Sebastiano Esposito yang maju sebagai algojo pun sukses menuntaskan tugasnya dan membawa Cagliari unggul lebih dulu.
Kesalahan itu makin disorot karena bukan yang pertama bagi Idzes dalam waktu berdekatan. Pada laga sebelumnya melawan Juventus, ia juga melakukan blunder serupa yang berujung merugikan tim.
- instagram.com/sassuolocalcio/
Beruntung bagi Sassuolo, mereka mampu bangkit pada babak kedua. Gol dari Ulisses Garcia dan Andrea Pinamonti memastikan tuan rumah membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Meski Sassuolo menang, penampilan Idzes tetap tidak lepas dari kritik media Italia. Tutto Sassuolo bahkan memberi nilai lima untuk performa sang bek sepanjang pertandingan.
Nilai itu diberikan karena Idzes dinilai mengulangi kesalahan yang sama dan belum menunjukkan perbaikan. Media tersebut juga menyoroti kecerobohannya yang kembali muncul di area pertahanan sendiri.
“Mereka harus menjelaskan kepada Idzes bahwa ini adalah penalti kedua yang diberikan karena handball setelah sebelumnya terjadi melawan Juve,” tulis Tutto Sassuolo. Kalimat itu menjadi sindiran tajam terhadap blunder yang kembali dilakukan sang pemain.
Bukan hanya soal handball, performa teknis Idzes juga ikut mendapat catatan. Ia disebut sempat kehilangan posisi setelah terkecoh oleh operan tumit pemain lawan yang nyaris berujung gol.
Dari Liga Belanda, Maarten Paes juga mengalami hasil kurang memuaskan bersama Ajax Amsterdam. Kiper Timnas Indonesia itu tampil sebagai starter, tetapi gagal membantu timnya terhindar dari kekalahan 1-2 saat menghadapi FC Twente.
Penampilan Paes dalam laga tersebut mendapat nilai 5,9 berdasarkan data Flashscore. Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi Ajax yang masih belum tampil stabil, terutama saat bermain di kandang.
Sementara itu, Kevin Diks tampil sejak menit awal saat Borussia Monchengladbach bermain imbang 2-2 melawan Heidenheim di Liga Jerman. Di Liga Prancis, Calvin Verdonk baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-94 ketika Lille menang 3-0 atas Lens.
Di sisi lain, kabar kurang menyenangkan datang dari sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Belanda. Beberapa nama tidak masuk skuad klub masing-masing akibat polemik yang dikaitkan dengan kasus paspoortgate.
Nathan Tjoe-A-On absen saat Willem II menang tipis 1-0 atas Jong PSV. Justin Hubner juga tidak terlihat dalam skuad Fortuna Sittard ketika timnya kalah 0-2 dari AZ Alkmaar.
Nama lain yang ikut terdampak adalah Tim Geypens. Ia tidak masuk daftar pemain FC Emmen saat timnya menghadapi Vitesse.
Selain itu, Joey Pelupessy juga dilaporkan tidak masuk dalam susunan pemain Lommel SK di kasta kedua Liga Belgia. Hilangnya sejumlah pilar Garuda dari skuad klub masing-masing tentu menambah perhatian publik terhadap situasi pemain Indonesia di Eropa.
(sub)
Load more