Suara Hati Maarten Paes Usai Debut di Ajax: Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus Selalu Mengalahkan NEC di Kandang!
- instagram Ajax
“Ya, secara pribadi, semuanya berjalan cukup baik bagi saya,” tutur Paes.
“Saya memang melakukan beberapa kesalahan kecil dalam mengontrol bola. Namun, dengan pengalaman dan perjalanan yang telah saya lalui, saya berusaha untuk tetap tenang sebisa mungkin.”
“Itu terjadi meskipun saya benar-benar langsung dihadapkan pada situasi sulit,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Paes tidak merasa tampil buruk, tetapi tetap melakukan evaluasi diri.
Ia sadar ritme pertandingannya belum sepenuhnya kembali, mengingat kesempatan bermain reguler baru didapat setelah kepindahannya pada Januari 2026.
Mimpi Masa Kecil & Kepercayaan Pelatih
Kesempatan debut Paes datang setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera lutut serius saat latihan dan harus menjalani operasi hingga akhir musim.

- instagram Maartenpaes
Situasi itu membuka pintu bagi Paes untuk membuktikan kualitasnya. Menjelang laga, ia sempat berbincang dengan pelatih Fred Grim.
Percakapan singkat itu menjadi momen penting sebelum turun ke lapangan.
“Kemarin saya dan pelatih sempat berbincang singkat,” ujar Paes.
“Sejak saya tiba di sini, kami memiliki kontak yang baik. Fred Grim selalu terbuka kepada saya. Kemarin dia hanya bertanya: ‘Apakah kamu siap?’”
Paes pun menjawab tantangan itu. Bergabung dengan Ajax pada bursa transfer Januari 2026 dengan kontrak 3,5 tahun hingga Juni 2029, ia kembali ke tanah kelahirannya setelah empat musim berkarier di Amerika Serikat bersama FC Dallas.
Kepindahan ini sekaligus mewujudkan mimpi masa kecilnya sebagai penggemar Ajax.
Meski gagal meraih kemenangan, Paes menegaskan Ajax seharusnya bisa mendapatkan hasil lebih baik.
“Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang,” katanya tegas.
Hasil imbang 1-1 membuat posisi kedua tim di klasemen tidak berubah. Ajax tetap di peringkat keempat dengan 43 poin, sementara NEC berada di posisi ketiga dengan jumlah poin sama, unggul selisih gol.
Debut tanpa clean sheet memang bukan akhir yang sempurna. Namun, dengan tujuh penyelamatan dan sikap reflektif atas kesalahannya, Maarten Paes menunjukkan mentalitas yang dibutuhkan untuk bertahan di bawah tekanan klub sebesar Ajax Amsterdam.
Load more