Jay Idzes Blunder hingga Muharemovic Bikin Gol Bunuh Diri, Penyebab Sassuolo Dibantai Juventus Terbongkar
- REUTERS/Matteo Ciambelli
‎Jakarta, tvOnenews.com - Gelandang Sassuolo, Ismael Kone, menyinggung performa rekan setimnya sendiri usai babak belur dihajar Juventus. Ia bahkan menilai jika kekalahan itu tak terlepas karena kesalahan pemain lini belakang, termasuk Jay Idzes.Â
‎Hasil pahit harus diterima Sassuolo saat meladeni Juventus dalam lanjutan kompetisi Liga Italia. Bermain di kandang sendiri justru menjadi malam yang berat bagi tim berjuluk Neroverdi tersebut.
‎Pertandingan yang digelar di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Rabu (7/1) dini hari WIB itu berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi Juventus. Sassuolo dipaksa menyerah tanpa mampu membalas satu gol pun.
‎Kekalahan dengan skor 0-3 itu memicu evaluasi dari internal tim. Salah satu pemain yang angkat bicara adalah Ismael Kone.
‎Kone menyoroti lemahnya performa lini belakang sebagai penyebab utama kegagalan timnya meraih hasil positif. Ia menilai kesalahan-kesalahan mendasar menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
‎"Kami memulai pertandingan dengan baik, tetapi kami sebenarnya bisa bermain lebih baik lagi, terutama dalam hal pertahanan," kata Kone dikutip dari laman resmi klub, Rabu (7/1/2026).Â
‎Menurut Kone, Sassuolo sejatinya mampu mengimbangi permainan Juventus di fase awal laga. Namun, rapuhnya konsentrasi membuat situasi berubah drastis setelah kebobolan.
‎Juventus berhasil memanfaatkan kelengahan barisan belakang Sassuolo dengan sangat efektif. Dua dari tiga gol yang tercipta bahkan berasal dari kesalahan individu pemain bertahan tuan rumah.
‎Gol pertama Juventus lahir melalui insiden bunuh diri Tarik Muharemovic yang salah mengantisipasi bola. Kejadian tersebut membuat Sassuolo semakin tertekan dan kehilangan kontrol permainan.
‎Kesalahan berikutnya datang pada gol ketiga yang berawal dari umpan keliru Jay Idzes. Bola jatuh ke kaki Jonathan David yang tanpa kesulitan mengonversinya menjadi gol.
‎Sementara itu, satu gol lain dicetak Fabio Miretti setelah menemukan ruang kosong di area berbahaya. Umpan pendek Jonathan David sukses dimaksimalkan tanpa kawalan berarti dari pemain Sassuolo.
‎Kone mengakui Juventus memang pantas keluar sebagai pemenang dalam laga tersebut. Ia menilai kualitas dan pengalaman lawan menjadi faktor yang sulit dibendung.
‎"Kami seharusnya menunjukkan karakter individu yang lebih kuat, tetapi saya yakin performa kami akan meningkat lagi," kata Kone.Â
‎"Ada banyak tim di Serie A yang melakukan pressing tinggi di lapangan, tetapi kami tahu bagaimana menghadapi situasi tersebut dan sudah mempersiapkannya di sesi latihan," tambahnya.Â
‎Meski demikian, Kone menegaskan bahwa hasil buruk ini seharusnya bisa dihindari. Ia menilai Sassuolo gagal menunjukkan ketegasan dan konsistensi di lini pertahanan.
‎"Namun, selalu berbeda menerapkan hal-hal tersebut dalam pertandingan. Kami perlu memenangkan lebih banyak duel, lebih agresif dalam perebutan bola kedua," tutur Kone.
‎Kekalahan ini menjadi alarm bagi Sassuolo untuk segera berbenah. Tantangan berikutnya tidak kalah berat karena mereka akan bertandang ke markas AS Roma.
‎Meski kecewa dengan hasil yang didapat, Kone tetap menaruh optimisme tinggi. Ia yakin Sassuolo mampu bangkit dan menunjukkan respons positif pada laga selanjutnya.
‎(igp/rda)
Load more