News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Tolak Bela Timnas Indonesia, Karier Eks Rekan Ragnar Oratmangoen di Liga Belanda Ini Alami Kesulitan hingga Jadi Pengangguran 

Sempat tolak panggilan Timnas Indonesia, sekarang karier salah satu pemain keturunan di Liga Belanda ini alami penurunan hingga harus berjuang keras mendapat klub baru.
Rabu, 19 Februari 2025 - 06:14 WIB
Jasper ter Heide, Pemain Keturunan Indonesia di Liga Belanda
Sumber :
  • ajax.nl

Jakarta, tvOnenews.com - Sempat tolak panggilan Timnas Indonesia, sekarang karier salah satu pemain keturunan di Liga Belanda ini alami penurunan hingga harus berjuang keras mendapat klub baru.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir Timnas Indonesia era PSSI Erick Thohir memang cukup gencar mendatangkan pemain keturunan lewat jalur naturalisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Teranyar, skuad Garuda dipastikan bakal mendapat amunisi berharga di lini depan setelah proses naturalisasi Ole Romeny resmi rampung.

Pemain Oxford United di Liga Inggris tersebut melaksanakan sumpah WNI pada 8 Februari 2025 lalu, dan diprediksi bisa memperkuat Timnas Indonesia saat menghadapi Australia bulan Maret nanti.

Jauh sebelum era PSSI Erick Thohir, sejatinya Timnas Indonesia juga sempat mendekati beberapa pemain keturunan di Eropa.

Sayangnya, tak semua pemain keturunan saat itu mau membela Timnas Indonesia lantaran peringkat serta kualitas skuad Garuda masih belum bisa bersaing.

Salah satu nama yang dikabarkan sempat menolak untuk memperkuat Timnas Indonesia adalah Jasper ter Heide.

Pada Januari 2022, mantan anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani pernah mengungkapkan proyeksi pemain yang akan dinaturalisasi buat Timnas Indonesia.

Salah satu yang dikabarkan masuk proyeksi tersebut adalah Jasper ter Heide. Namun, tawaran itu ditolak sehingga batal membela Timnas Indonesia.

Pemain Keturunan Indonesia di Belanda, Jasper ter Heide
Pemain Keturunan Indonesia di Belanda, Jasper ter Heide
Sumber :
  • cambuur.nl

 

Sebagai informasi, Jasper ter Heide merupakan pemain Amsterdam yang memiliki darah Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam salah satu wawancaranya, gelandang yang kini masih berusia 25 tahun tersebut lebih tertarik untuk memperkuat Belanda atau Korea Selatan ketimbang Indonesia.

"Ikatan saya dengan Korea lebih kuat dibanding Indonesia. Ayah lebih kental dengan Korea dibanding ibu dengan Indonesia, jadi saya ingin bermain untuk Korea suatu hari nanti," ucap Heide seperti dikutip dari Voetbalzone pada Kamis (8/4/2021).

Setelah menolak panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia, karier Jasper ter Heide perlahan justru alami kemunduran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum isu Timnas Indonesia muncul, Jasper ter Heide diketahui merupakan salah satu pemain muda berbakat di Liga Belanda.

Dengan usia yang masih 21 tahun saat itu, dirinya berhasil menembus skuad utama SC Cambuur usai ditransfer dari akademi Ajax musim 2000/01.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT