Bukan Lionel Messi, Pemain Ini Satu-satunya yang Diakui Kehebatannya oleh Cristiano Ronaldo, tetapi Nasibnya Kini...
- Twitter/Cristiano Ronaldo
Kesombongan dan gaya hidup yang tidak disiplin menjadi sebab Paim gagal sebagai pesepak bola. Hidup mewah di usia remaja membuat Paim terlena, sehingga lupa untuk terus berlatih mengasah kemampuan sepak bolanya.
Paim menceritakan kariernya merosot ketika berusia 16 tahun. Kala itu dia mendapat gaji 20.000 euro per bulan dari Sporting Lisbon.
Itu jumlah paling besar yang dibayarkan Sporting Lisbon, bahkan jika dibandingkan beberapa pemain senior lain.
"Sporting Lisbon takut tidak bisa menjual saya dengan harga yang tinggi. Mereka lantas memberikan gaji besar untuk saya," kata Paim.
Paim mengaku kaget dengan gelimang harta yang tiba-tiba dimilikinya. Awalnya dia menghabiskan uang untuk membeli kendaraan roda empat.
"Saya punya Ferrari, Lamborghini, Porsche, bahkan Maserati juga saya beli," ujar Paim.
Paim juga sempat dipinjamkan ke Chelsea. Namun, kehidupan malam Kota London membuat sang pemain terlena.
"Saya pindah Chelsea, tetapi tidak memperbaiki keadaan. Mulai saat itu saya berhenti berlatih. Kehidupan malam di London lebih menarik bagi saya," kata Paim.
Puncak kehancuran karier Paim yang kehebatannya diakui Cristiano Ronaldo terjadi pada 2019. Dikutip dari Correio da Manha, dia ditangkap polisi karena kedapatan memiliki barang bukti narkoba berjenis kokain, seberat 12 gram.
Paim pun akhirnya ditahan dan kariernya semakin merosot, hingga puncaknya memutuskan pensiun dari sepak bola pada 1 Januari 2021 di usia 32 tahun.
"Saya berpikir dengan bakat sudah cukup, tetapi ternyata tidak," ujar Paim.
Demikian kisah singkat Fabio Paim yang mendapat pujian dari Cristiano Ronaldo, tetapi memiliki garis nasib yang jauh berbeda. (mir)
Sumber: Berbagai sumber
Load more