Bangkit dari Musim Kelam, Manchester United Tunjukkan Sinyal Kebangkitan di Bawah Michael Carrick?
- instagram Michael Carrick
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick menjadi magnet tersendiri bagi suporter Setan Merah.
Pasalnya, dua kemenangan beruntun Manchester United atas tim teratas Liga Inggris menjadi suntikan optimisme bagi para pendukung Setan Merah.Â
Terlebih, salah satu lawan yang mereka kalahkan tercatat selalu meraih kemenangan pada seluruh pertandingan fase awal Liga Champions musim ini.
Rangkaian hasil positif tersebut memunculkan harapan bahwa Manchester United tidak akan mengakhiri musim seburuk musim lalu. Finis di empat besar Liga Premier kini dinilai bukan lagi target yang mustahil. Bahkan, sebagian penggemar mulai bermimpi lebih jauh dengan membayangkan trofi liga kembali ke Old Trafford.
Namun, secara realistis, peluang juara masih terbilang berat. Dalam sejarah Liga Premier, tim yang tertinggal cukup jauh dari pemuncak klasemen ketika kompetisi telah berjalan lebih dari separuh musim jarang mampu menutup musim sebagai kampiun. Hingga menjelang pekan ini, Manchester United masih terpaut 12 poin dari Arsenal yang memimpin klasemen.
Meski demikian, persaingan Liga Premier musim ini relatif sulit diprediksi. Arsenal maupun Manchester City masih berpotensi kehilangan poin dalam 15 pertandingan tersisa. Situasi tersebut membuka peluang bagi tim-tim pesaing untuk terus menekan papan atas klasemen.
Keuntungan lain bagi Manchester United adalah fokus kompetisi. Ketika para rival harus membagi konsentrasi dengan Liga Champions, Liga Europa, Liga Conference, Piala FA, dan Piala Liga, United hanya berkutat di Liga Premier. Kondisi ini memberi keuntungan dari sisi kebugaran dan persiapan pertandingan bagi tim asuhan Michael Carrick.
Di dalam tim, atmosfer juga menunjukkan perubahan. Dua laga terakhir mencerminkan suasana yang lebih positif, ketika para pemain tampil nyaman dalam sistem permainan yang sesuai dengan karakter mereka.
Bruno Fernandes kembali memainkan peran sentral sebagai pengatur serangan. Di lini depan, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo menunjukkan ketajaman yang meningkat. Patrick Dorgu pun tampil menonjol setelah dipasang di sektor sayap, meski harus absen cukup lama akibat cedera hamstring.
Di lini tengah, duet Casemiro dan Kobbie Mainoo memberikan keseimbangan baru. Mainoo, yang sempat terpinggirkan pada era Ruben Amorim meski bersinar di masa Erik ten Hag, kembali menunjukkan potensinya. Perubahan skema menjadi dua bek tengah yang didukung dua bek sayap juga membuat pertahanan United terlihat lebih solid dibandingkan formasi tiga bek yang sebelumnya digunakan.
Load more