Bangkit dari Musim Kelam, Manchester United Tunjukkan Sinyal Kebangkitan di Bawah Michael Carrick?
- instagram Michael Carrick
Kuartet Harry Maguire, Lisandro Martinez, Diogo Dalot, dan Luke Shaw menjadi fondasi pertahanan yang sulit ditembus. Manchester City, yang dikenal sebagai tim dengan daya serang eksplosif, bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran pada laga 17 Januari lalu.
Kemenangan atas Arsenal di Emirates Stadium juga menjadi catatan tersendiri. Carrick tercatat sebagai manajer Manchester United pertama dalam delapan tahun terakhir yang mampu menumbangkan Arsenal di kandangnya.
Transformasi ini terjadi di bawah kepemimpinan Carrick yang dikenal fleksibel dan pragmatis. Manchester United kini tampil lebih percaya diri, lebih tenang, dan lebih efektif dalam memaksimalkan peluang. Padahal, pengalaman Carrick sebagai pelatih kepala terbilang masih relatif singkat.
Setelah sempat menjabat pelatih interim United pasca pemecatan Ole Gunnar Solskjaer, Carrick melanjutkan kariernya bersama Middlesbrough sejak Oktober 2022 hingga 2025. Ketika pertama menangani Middlesbrough, klub tersebut berada di zona degradasi Championship. Carrick berhasil membawa mereka finis di posisi keempat pada akhir musim.
Namun, keterbatasan sumber daya membuat konsistensi Middlesbrough sulit terjaga. Kehilangan sejumlah pemain kunci berdampak pada penurunan performa di musim-musim berikutnya.
Kini, bersama Manchester United, Carrick justru memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik, termasuk pemain-pemain yang sebelumnya kurang mendapat kesempatan.
Carrick kerap disebut mewarisi DNA Manchester United era Sir Alex Ferguson, terutama dalam memaksimalkan serangan balik.
Ia menilai, tim yang ingin bermain atraktif dan konsisten membutuhkan pemain bertalenta yang tidak hanya unggul dalam mengumpan, tetapi juga cerdas menciptakan ruang, kuat secara mental, dan disiplin menjaga area permainan.
Meski demikian, dua laga besar belum cukup menjadi tolok ukur mutlak. Tantangan berikutnya justru datang saat menghadapi tim-tim dengan pendekatan bertahan rapat atau low block, yang kerap menjadi masalah bagi United dalam beberapa musim terakhir.
Ujian itu akan dimulai saat United menghadapi Fulham asuhan Marco Silva. Pelatih asal Portugal tersebut dikenal mengusung filosofi sepak bola menyerang dengan tekanan tinggi dan pergerakan dinamis, pendekatan yang membuahkan hasil saat Fulham menahan Liverpool dan mengalahkan Chelsea di awal Januari.
Load more