Pep Guardiola Sentil MU usai Resmi Pecat Ruben Amorim, Salah Ambil Keputusan?
- REUTERS/Scott Heppell/File Photo
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, angkat bicara terkait keputusan Manchester United (MU) memecat Ruben Amorim. Guardiola secara terbuka menilai Setan Merah telah kehilangan sosok pelatih kelas atas di tengah situasi klub yang masih bergejolak.
Dalam konferensi pers perdananya sejak Amorim resmi dipecat, Guardiola menyampaikan rasa hormat sekaligus doa terbaik bagi masa depan mantan pelatih Sporting CP tersebut. Ia menilai keputusan United mencerminkan kerasnya dunia kepelatihan modern yang semakin minim toleransi terhadap proses.
Pemecatan Amorim sendiri terjadi pada awal pekan setelah masa kerja 14 bulan yang penuh tekanan di Old Trafford. Performa buruk di lapangan serta dinamika internal klub akhirnya membuat manajemen United mengambil langkah tegas.
Musim lalu, MU hanya mampu finis di posisi ke-15 Liga Inggris dan inkonsistensi masih berlanjut di musim berjalan. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap Amorim semakin besar, meski ada beberapa indikasi perbaikan performa.
- Action Images via Reuters/Paul Childs
Guardiola menegaskan keyakinannya bahwa Amorim tetap layak disebut sebagai pelatih papan atas. Ia bahkan menyebut hasil-hasil minor yang luput diraih United menjadi faktor besar di balik pemecatan tersebut.
"Memang benar bahwa para manajer mendapatkan waktu yang lebih sedikit daripada sebelumnya," kata Guardiola dikutip dari Metro.
"Kita juga melihat apa yang terjadi dengan Enzo [Maresca]."
"Saya sangat menghormati para pemain dan institusi Chelsea dan Manchester United. Yang bisa saya katakan hanyalah Ruben adalah manajer top."
"Keputusan itu telah dibuat oleh tetangga kami, jadi saya mendoakan yang terbaik untuk Ruben di masa depan."
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti realitas pahit dunia sepak bola modern. Ia menegaskan bahwa hasil pertandingan kini menjadi satu-satunya tolok ukur keberlangsungan karier seorang manajer.
"Tidak ada negara di mana Anda aman [sebagai manajer] jika Anda tidak memenangkan pertandingan, tidak ada pengecualian," kata eks pelatih Barcelona itu.
"Jika Anda tidak mendapatkan hasil, itu tidak masalah. Setiap manajer dipekerjakan karena ide-idenya dan Anda dipecat karena hasilnya," lanjutnya.
Guardiola menilai Manchester United sebenarnya tidak sejauh itu dari papan atas klasemen. Ia mencontohkan sejumlah hasil imbang kandang yang seandainya berakhir berbeda, bisa mengubah posisi United secara signifikan.
"Terkadang Anda membutuhkan proses dan waktu. Manchester United bermain imbang tiga kali di kandang dan lawan-lawan mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa – Everton, Bournemouth," katanya.
"Namun dengan hasil yang berbeda, mereka [United] akan mendekati Arsenal, jadi perbedaannya terkadang sangat, sangat kecil," lanjutnya.
Selain itu, absennya banyak pemain kunci juga dianggap memperparah situasi Amorim. Cedera serta kepergian pemain ke ajang internasional membuat stabilitas tim sulit dijaga.
"Dalam pertandingan terakhir mereka juga banyak mengalami absennya pemain – pemain cedera atau sedang mengikuti AFCON – dan itu sulit untuk diatasi," katanya.
"Ketika pemain penting tidak tersedia, itu lebih sulit, tetapi jujur saja, saya tidak tahu alasannya," sambungnya.
Secara statistik, Amorim hanya meraih satu kemenangan dari lima laga terakhir bersama United. Hasil tersebut membuat posisi klub tertahan di papan tengah dan semakin jauh dari persaingan gelar.
Kini, Manchester United menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara sembari mencari sosok pengganti ideal. Nama Oliver Glasner dan Thomas Tuchel pun mulai mencuat sebagai kandidat kuat menuju kursi panas Old Trafford. (fan)
Load more