Ini Dia Penampakan Pintu Gerbang Istana Bhre Wengker di Mojokerto
- tim tvOne/ika nurulla
Struktur kuno yang ditemukan di area seluas 6,4 hektare tersebut diyakini sebagai istana persinggahan Bhre Wengker, paman Raja Majapahit Hayam Wuruk.
Sementara itu, Runtuhnya situs kumitir disebabkan akibat banjir bandang besar dari Pegunungan pada masa lalu.
Hal itu dikatakan oleh pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Ir Amien Widodo saat meninjau situs yang diyakini bekas istana Bhre Wengker, paman Hayam Wuruk di Desa Bendo Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, Rabu 8 September 2021.
Menurut Amien, struktur bangunan purbakala di situs kumitir ini terkubur sedimen hingga ketebalan 2 meter lebih.
"Teruruk mulai dasarnya, atasnya masih teruruk lagi. Kami mempelajari prosesnya apa yang menyebabkan teruruknya itu," kata Amien dilokasi.
Ia menyebut, banjir bandang dengan kecepatan tinggi terjadi saat itu. Sehingga membuat bangunan purbakala itu terkubur.
Perlu di ketahui, Ekskavasi Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo digelar tim dari BPCB Jatim pada 2019, 2020 dan 2021.
Struktur yang diyakini para arkeolog sebagai sisa-sisa istana Bhre Wengker ditemukan tepat di sebelah barat tempat pemakaman umum Dusun Bendo.
Bangunan seluas 20 x 26 meter persegi itu menghadap ke barat, atau lurus dengan pintu gerbang yang ditemukan di tembok keliling sisi barat.
Selain berbagai temuan arkeologis, hipotesis Situs Kumitir adalah istana Bhre Wengker juga ditunjang bukti-bukti literatur. Antara lain dari Kitab Negarakertagama, Kidung Wargasari dan Pararaton.
Sisa-sisa bangunan kuno di Situs Kumitir diyakini bukan istana tetap Bhre Wengker.
Istana ini hanya sebagai persinggahan Bhre Wengker saat dipanggil menghadap Raja Hayam Wuruk. Di dalam Kitab Negarakertagama dijelaskan tata letak keraton Majapahit atau Wilwatiktapura. Yaitu istana Hayam Wuruk dikelilingi istana raja-raja bawahan Majapahit. (ika nurulla/ito)
Load more