Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Skema PPPK Jadi Sorotan: Ini Rincian Lengkapnya
- Istimewa
Perbedaan dengan Pegawai Non-ASN
Selain ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, pemerintah juga mengatur skema bagi pegawai non-ASN di lembaga pemerintah.
Berbeda dengan ASN, besaran gaji ke-13 non-ASN dibatasi sesuai ketentuan dalam lampiran PP.
Rincian Nominal Gaji ke-13
Berikut kisaran nominal gaji ke-13 berdasarkan jabatan dan kategori:
Pimpinan Lembaga Nonstruktural:
-
Ketua/Kepala: Rp31,4 juta
-
Wakil Ketua: Rp29,6 juta
-
Sekretaris/Anggota: Rp28,1 juta
Pejabat Eselon:
-
Eselon I: Rp24,8 juta
-
Eselon II: Rp19,5 juta
-
Eselon III: Rp13,8 juta
-
Eselon IV: Rp10,6 juta
Pegawai Non-ASN (berdasarkan pendidikan):
-
SD–SMP: Rp4,2 juta – Rp5 juta
-
SMA–D1: Rp4,9 juta – Rp5,8 juta
-
D2–D3: Rp5,4 juta – Rp6,5 juta
-
D4/S1: Rp6,5 juta – Rp7,8 juta
-
S2–S3: Rp7,7 juta – Rp9 juta
Sementara itu, untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, nominal yang diterima mengikuti komponen penghasilan masing-masing dengan penyesuaian masa kerja.
Jadwal Pencairan Gaji ke-13
Pemerintah menetapkan bahwa pencairan gaji ke-13, termasuk bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, dilakukan paling cepat pada Juni 2026.
Ketentuan ini tertuang dalam regulasi resmi yang menyebutkan pembayaran dilakukan untuk mendorong konsumsi masyarakat pada pertengahan tahun.
Sumber Anggaran Gaji ke-13
Dari sisi pembiayaan, pemerintah memastikan pembayaran gaji ke-13 berjalan sesuai kapasitas fiskal:
-
ASN pusat: berasal dari APBN
-
ASN daerah: berasal dari APBD
Untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja di daerah, pemerintah daerah memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan tambahan penghasilan sesuai kemampuan keuangan masing-masing.
Fundamental Ekonomi Tetap Dijaga
Di tengah ketidakpastian global, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Konsumsi rumah tangga, belanja negara, dan berbagai stimulus menjadi penopang utama.
Airlangga juga menyinggung dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik yang berdampak pada fluktuasi harga energi dunia.
Meski demikian, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 bisa mendekati 5,5 persen. (nsp)
Load more