Kumpulkan Stakeholder, Stafsus Wapres Dorong Ekonomi Perempuan dan Penguatan UMKM
- Dokumentasi Setwapres
Sementara itu, pelaku usaha perempuan menekankan pentingnya dukungan ekosistem yang lebih luas.
“Banyak pengusaha perempuan dan kita ini butuh support system, juga butuh dukungan dari pemerintah, dan juga butuh wadah yang sehat untuk teman-teman perempuan bisa berkarya,” ujar Ketua Womenpreneur BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Mellisa Hamid.
Isu daya saing juga mengemuka, terutama terkait kewajiban sertifikasi halal bagi produk yang beredar di Indonesia.
“Tidak ada pengecualian, semua produk yang masuk dan beredar di Indonesia, even itu produk Amerika, akhirnya harus bersertifikasi halal. Mungkin ini harus menjadi sebuah komitmen,” kata Euis Amalia dari Perempuan ICMI.
Di sisi lain, Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, Nita Yudi, menegaskan daya juang perempuan dalam dunia usaha.
“Jadi perempuan juga harus berusaha, tidak hanya laki-laki. Kita lihat bahwa perempuan paling kuat, paling struggle,” ujarnya.
Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha, untuk merumuskan langkah konkret penguatan UMKM dan ekonomi perempuan.
“Tujuannya untuk mendorong penguatan UMKM dan pemberdayaan ekonomi perempuan,” kata Tina.
Di tengah tantangan yang kompleks, satu hal menjadi jelas; tanpa indikator yang tegas dan ekosistem yang kuat, misi besar “menaikkan kelas” UMKM berisiko hanya menjadi jargon, bukan transformasi nyata. (agr/dpi)
Load more