News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ditolak Warga Perumahan, Proyek Rumah Duka–Krematorium di Kalideres Resmi Dihentikan Sementara

Ditolak warga perumahan, proyek rumah duka dan krematorium di Kalideres Jakarta Barat disetop sementara karena izin lingkungan belum lengkap.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:05 WIB
Ilustrasi sebuah krematorium
Sumber :
  • tvone

Jakarta, tvOnenews.com - Proyek pembangunan rumah duka dan krematorium di kawasan Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat, resmi dihentikan sementara. Penghentian dilakukan setelah gelombang penolakan dari warga perumahan sekitar yang mengaku tidak pernah dilibatkan atau diberi sosialisasi sejak awal rencana pembangunan.

Proyek tersebut berlokasi tepat di depan kawasan permukiman warga dan berada di sebelah RSUD Kalideres. Sejak alat berat masuk ke lokasi, warga mulai mempertanyakan legalitas dan transparansi proyek yang dinilai sensitif karena berkaitan dengan fungsi sosial dan lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu warga, Budiman Tandiono, menyatakan warga baru mengetahui rencana pembangunan rumah duka dan krematorium itu ketika aktivitas konstruksi sudah berjalan. Menurutnya, tidak ada pemberitahuan resmi, undangan sosialisasi, maupun papan informasi proyek di lokasi.

“Kami tidak pernah menerima sosialisasi atau pemberitahuan apa pun. Tahu-tahu alat berat sudah masuk dan pembangunan berjalan,” ujar Budiman saat aksi protes warga, Sabtu (21/2/2026).

Berdiri di Lahan Fasum-Fasos

Lahan proyek diketahui merupakan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan luas sekitar 57.175 meter persegi. Sebelumnya, area tersebut digunakan warga sebagai lapangan sepak bola dan ruang terbuka untuk aktivitas sosial.

Di lokasi proyek memang terpampang plang kepemilikan lahan atas nama Pemprov DKI Jakarta. Namun, warga menilai perubahan fungsi lahan menjadi rumah duka dan krematorium seharusnya melalui proses dialog yang terbuka, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh lingkungan permukiman.

Penolakan warga bukan hanya soal fungsi bangunan, tetapi juga kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, lalu lintas, hingga psikologis bagi warga yang tinggal tepat di depan lokasi proyek.

Camat Siap Fasilitasi Mediasi

Menanggapi polemik tersebut, Pelaksana Tugas Camat Kalideres, Raditian Ramajaya, menyatakan pemerintah kecamatan siap memfasilitasi mediasi antara warga dan pihak pengembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Terkait rumah duka, saya sudah melaporkan kepada Ibu Wali Kota karena memang ada penolakan warga,” ujar Raditian, dikutip dari keterangan resmi Pemkot Jakarta Barat, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, secara administrasi proyek tersebut telah mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kewenangannya berada di Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Jakarta Barat. Meski demikian, Raditian menilai dialog tetap diperlukan agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral