Billy Mambrasar Rela Mundur dari LPDP, Pilih Biayai Kuliah Sendiri demi Anak Indonesia Lain Bisa Sekolah ke Luar Negeri
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Ekonom sekaligus peneliti kebijakan publik, Billy Mambrasar, mengungkapkan bahwa sejak 2025 dirinya telah resmi mengajukan pengunduran diri dari program beasiswa LPDP. Bahkan, ia menegaskan sudah tidak lagi menerima pendanaan sejak 2024.
Keputusan tersebut diambil secara sadar agar ia bisa tetap menetap di Indonesia dan fokus berkontribusi dalam pembangunan nasional. Billy berharap alokasi beasiswa yang sebelumnya menjadi haknya dapat dialihkan kepada anak-anak Indonesia lain yang dinilai lebih membutuhkan kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri.
Saat ini Billy menjabat sebagai Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua serta peneliti di Pusat Kajian ASEAN dan Daya Saing Politeknik Negeri Batam. Ia menuturkan, langkah tersebut lahir dari refleksi panjang atas perjalanan hidupnya sebagai anak Papua yang tumbuh dalam kondisi ekonomi terbatas.
Sejak kecil, Billy terbiasa membantu ibunya berjualan di pasar. Pengalaman itu membentuk keyakinannya bahwa pendidikan merupakan jalan utama untuk mengubah masa depan.
“Pendidikan telah mengubah hidup saya dan keluarga saya. Karena itu, saya ingin kesempatan yang sama dapat dinikmati oleh anak-anak bangsa lain yang sedang merajut mimpinya,” ujar Billy.
Ia juga menegaskan bahwa dana LPDP berasal dari publik, yaitu pajak rakyat Indonesia, yang dikelola sebagai dana abadi pendidikan demi membiayai generasi penerus bangsa.
Billy memastikan tetap melanjutkan studi doktoral bidang ekonomi di University of Buckingham dengan biaya mandiri tanpa membebani negara. Ia menegaskan komitmennya untuk terus tinggal di Indonesia dan berkontribusi melalui berbagai peran di bidang pemerintahan, sosial, maupun akademik.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui Yayasan Kitong Bisa yang telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 6.000 anak Papua. Selain itu, ia juga menjalankan program lingkungan melalui Containder.id, pengabdian di sektor pemerintahan, serta aktivitas riset ekonomi.
Billy turut menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas kesempatan yang pernah diperolehnya melalui LPDP.
“Saya berjanji akan terus berkarya untuk negara ini. Walaupun sebagai anak Papua saya punya banyak alasan untuk mungkin kecewa, tetapi saya tetap memilih untuk cinta kepada Indonesia,” tegasnya.
Ia menutup pernyataan dengan mengingat kembali sumpahnya sebagai alumni Institut Teknologi Bandung untuk mengabdi kepada Tuhan, bangsa, dan almamater dengan penuh integritas.

- ist
Gracia Josaphat Jobel Mambrasar merupakan ekonom dan peneliti kebijakan publik asal Papua. Ia dikenal sebagai putra Papua pertama yang meraih gelar magister dari Harvard University setelah sebelumnya menyelesaikan MBA Bisnis Internasional di Australian National University.
Ia menempuh pendidikan sarjana teknik di ITB serta program Bachelor of Science melalui University of London (LSE Programme). Saat ini Billy merupakan kandidat doktor ekonomi di University of Buckingham.
Kariernya dimulai sebagai insinyur di BP dan terlibat dalam proyek strategis Tangguh LNG. Pada 2019, ia mendirikan Yayasan Kitong Bisa yang berfokus membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua kurang mampu.
Pada periode 2019–2024, Billy dipercaya menjadi Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di bidang inovasi dan pembangunan berkelanjutan. Saat ini ia juga berperan sebagai Tenaga Ahli Investasi di BP Batam, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, serta Komite Dewan Komisaris PT TASPEN.
Billy merupakan penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dan terpilih sebagai Obama Foundation Fellow 2025–2026.
Load more