Sebut Ditipu Vicky Prasetyo Rp700 Juta, Nunun sampai Cerai dengan Suaminya: Rumah Tangga Saya Hancur
- Risky Andrianto-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Artis Vicky Prasetyo dituding melakukan penipuan terhadap seorang perempuan asal Bandung Barat, Nunun Lusida hingga Rp700 juta.
Nunun mengungkapkan, Vicky berjanji akan mengajak suaminya saat itu untuk menjadi calon wakil bupati Bandung Barat di Pilkada 2024. Adapun uang Rp700 juta tersebut akan digunakan untuk modal kampanye.
"Saya mengenal Vicky Prasetyo itu dikenalin orang, mantan suami saya di Januari 2024 di rumah saya di Bandung Barat. Di situ ke rumah saya udah tiga kali lah, dan yang mengenalkan itu dia datang bersama Renaldi. Renaldi itu pegawai di pemda Kabupaten Bandung Barat," kata Nunun, dikutip Selasa (17/2/2026).
Vicky berjanji kepada Nunun untuk mengembalikan uang tersebut dalam waktu tiga hari. Hal inilah yang membuat ia yakin meminjamkan uang dalam jumlah besar.
Namun, setelah lewat tiga hari uang itu tak kunjung dikembalikan. Tak hanya itu, janji Vicky untuk maju Pilkada 2024 bersama suami Nunun tidak ditepati.
Artis kontroversial itu justru maju menjadi calon bupati Pemalang di Pilkada 2024 lalu. Meski upaya jadi orang nomor satu di Pemalang itu gagal juga.
Merasa ditipu, Nunun sebenarnya sudah melaporkan hal ini ke polisi sejak tahun 2024. Namun, faktanya kasus tersebut tak kunjung ditindaklanjuti.
Ia mengatakan, bulan lalu atau Januari 2026 sempat menagih utang itu kepada sang artis. Akan tetapi, pesannya hanya dibaca melalui WhatsApp tanpa ada balasan.
Kehilangan uang ratusan juta membuat rumah tangganya bergejolak. Nunun mengungkapkan ia bahkan bercerai dengan suaminya itu.
"Dengan kejadian seperti ini, gara-gara ini rumah tangga saya juga hancur, saya juga jadi kelabakan, saya kesulitan," ungkap Nunun.
Sementara itu, kuasa hukum Nunun, James Tambunan mengatakan kehidupan kliennya kacau setelah uang Rp700 juta itu tak kunjung dikembalikan.
James menjelaskan, uang itu adalah tabungan yang telah dikumpulkan Nunung bertahun-tahun untuk biaya hidup bersama anak-anaknya.
Ia pun mempertanyakan proses hukum yang dilakukan Polres Cimahi. Sebab, laporan ini sudah dilayangkan hampir dua tahun lalu.
"Sudah dilaporkan juga ke Polres Cimahi sekitar 2024. Tetapi sampai detik ini juga tidak ada tindak lanjut. Kita tidak ngerti kenapa Polres Bandung Barat tidak tindak lanjuti ini secara tuntas," tuturnya.
Load more