Garis Kemiskinan Jakarta Naik, Beras dan Rokok Jadi Faktor Penyumbang Terbesar
- Tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat garis kemiskinan di Jakarta meningkat menjadi Rp897.768 per kapita per bulan pada September 2025.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan angka tersebut meningkat 5,28 persen dibandingkan pada Maret 2025.
“Pada September 2025, garis kemiskinan DKI Jakarta sebesar Rp897.768 atau meningkat sebesar 5,28 persen dibandingkan Maret 2025 sebesar Rp852.768,” ujar Kadarmanto melalui konferensi pers via daring, Kamis (5/2/2026).
Adapun komponennya terdiri dari 69,3 persen dari kebutuhan makanan dan 30,70 persen bukan makanan.
“Hal ini menunjukkan bahwa komoditas makanan masih menjadi faktor utama dalam pembentukan garis kemiskinan,” kata Kadarmanto.
BPS mencatat sumbangan terbesar pada garis kemiskinan komponen makanan berasal dari beras yaitu sebesar 24,4 persen, diikuti rokok kretek filter sebesar 12,53 persen, daging ayam 7,75 persen, serta telur ayam ras 7,35 persen.
Untuk garis kemiskinan komponen bukan makanan, sumbangan terbesar adalah perumahan sebesar 8,55 persen, listrik 14,16 persen, pendidikan 7,66 persen, serta bensin 7,57 persen.
Dengan garis kemiskinan tersebut, Kadarmanto mengatakan garis kemiskinan per rumah di DKI Jakarta mencapai Rp4.578.617 per bulan pada September 2025.
“Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin sebanyak 5,10 orang, maka garis kemiskinan per rumah di DKI Jakarta ini mencapai Rp4.578.617 per bulan,” pungkasnya.(saa/raa)
Load more