DPR Nilai Indonesia Jadi Pasar Empuk Narkoba Internasional, Sebut "Pemain" Makin Banyak
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al Habsyi mempertanyakan efektivitas pemberantasan narkoba di Indonesia.
Ia menilai, meski Badan Narkotika Nasional (BNN) terus melakukan penindakan, jumlah pemain narkoba justru kian banyak.
Pernyataan itu disampaikan Habib Aboe dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama BNN, Selasa (3/2/2026).
“Saya jujur bangga ya ini prestasi, tapi ingat pak, ada yang menyakitkan, kok ada BNN makin banyak pemain narkobanya pak? Ini perlu diperhatikan. Sikat habis pak pemain narkoba ini,” ujar Habib Aboe.

- dok. DPR RI
Ia mengapresiasi capaian BNN dalam operasi penindakan, namun menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus dibarengi dengan dampak nyata terhadap penurunan peredaran narkoba.
“Jika dilihat di paparan, capaiannya sangat bagus ada 773 operasi penindakan. Dan hasilnya gak main-main, ada 63 jaringan narkoba yang digulung, saya kira ini patut diapresiasi,” katanya.
Meski demikian, Habib Aboe menyoroti masih kuatnya jaringan narkoba internasional yang beroperasi di Indonesia. Ia menyebut kondisi ini sebagai sinyal bahaya bagi masa depan bangsa.
“Di slide tersebut dilaporkan ada 56 narkoba internasional, jadi internasional ini bermain pak di Indonesia. Memang makanan empuk Indonesia ini,” ucapnya.
Ia menilai besarnya jumlah barang bukti yang disita menunjukkan Indonesia tengah disasar sebagai pasar narkoba global.
“Ini adalah pertanda Indonesia sedang disasar sebagai market narkoba internasional. Jumlah yang disita gak main-main, seperti sabu sampai 4,01 ton. Ton pak, gak main-main, pak. Ganja lebih dari 2 ton,” tegas Habib Aboe.
Habib Aboe juga menyinggung persoalan peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan (lapas) yang dinilainya masih mengkhawatirkan.
“Dan jaringan di lapas itu pak, mengerikan dan harus benar-benar cari induk pemainnya di dalam. Bohong itu kalau tidak ada,” ujarnya.
Ia pun mendorong BNN untuk bertindak lebih tegas agar menimbulkan efek jera bagi pelaku.
“Kita kadang suka basa-basi sama pemain-pemain yang begini nih, jangan lah. Jangan sampai kita terlalai dengan hal-hal seperti ini,” pungkasnya. (rpi/muu)
Load more