Gebrakan Ibu Habib Bahar bin Smith usai Anaknya Tersangka, Laporkan Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan
- Tangkapan layar YouTube Uya Kuya TV
Bogor, tvOnenews.com - Kekisruhan hukum kasus dugaan penganiayaan antara Habib Bahar bin Smith dan anggota Banser Kota Tangerang, R kian memanas. Hal itu terjadi setelah sang pendakwah ditetapkan sebagai tersangka.
Terkini, ibu kandung Habib Bahar bin Smith, Isnawati Hasan membuat gebrakan baru. Ia menggunakan langkah hukum melayangkan laporan polisi kepada F, istri anggota Banser yang menjadi korban kasus dugaan penganiayaan di Tangerang.
Isnawati tidak terima adanya tuduhan dari F yang menyasar kepada Habib Bahar bin Smith. Ia melaporkan istri korban ke Polres Bogor pada Senin, 2 Februari 2026.
Kuasa hukum Isnawati Hasan, Ichwan Tuankotta mengatakan, F dilaporkan kliennya atas dugaan berita bohong. Ibu HBS itu melihat adanya dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE dari pernyataan F yang dimuat di sebuah media online.
"Hari ini kami, saya tim advokasi Habib Bahar melaporkan Saudari Fitri. Fitri adalah istri dari Saudara Rida, dia adalah korban peristiwa di Tangerang," ungkap Ichwan kepada wartawan di Polres Bogor, Senin (2/2/2026).
Ichwan menambahkan, Laporan Polisi dari Isnawati telah masuk ke Polres Bogor. Hanya saja belum utuh secara sempurna.
Alasan Ibu Habib Bahar bin Smith Polisikan Istri Anggota Banser

- Istimewa
Ichwan juga selaku kuasa hukum Habib Bahar bin Smith menjelaskan alasan Isnawati membuat Laporan Polisi. Motifnya berangkat dari F mengklaim tentang kesaksian dugaan penganiayaan tersebut.
Dalam pemberitaan di muatan tersebut, F mengaku dirinya melihat sang suami, R dianiaya oleh anak buah Habib Bahar. Sebab, mereka sedang menjalani tugas sebagai pengawal sang pendakwah.
"Di sini ada penjelasan yang kita laporkan, dia ber-statement tentang pemukulan dilakukan oleh Habib Bahar," katanya.
Ichwan berpendapat, klaim tersebut diduga mengandung adanya tuduhan tanpa mendasar. Ia juga menegaskan, kesaksian itu tidak mungkin terjadi pada F yang mengaku melihat peristiwa tersebut.
"Saat kejadiannya itu, jemaah pengajian antara laki-laki dan perempuan saja dipisah. Jadi, mana mungkin istrinya melihat secara langsung si suaminya dipukul oleh massa pada saat itu. Itu prinsipnya," jelasnya.
Load more