BNPP Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Landak Kalbar
- Ist
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (14/1/2026).
Mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI, penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman dan diterima oleh Wakil Bupati Landak, Erani, di Posko Siaga Bencana, GOR Bujakng Nyangko, Landak.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran akses strategis menuju kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 10 ton beras, 250 dus mi instan, dan 50 dus biskuit yang selanjutnya akan didistribusikan kepada warga terdampak di sejumlah kecamatan.
Dalam sambutannya, Komjen Pol. Makhruzi Rahman menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan arahan langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami hadir mewakili Pak Mendagri selaku Kepala BNPP RI untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Landak. Sekaligus memastikan akses jalan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong tetap lancar untuk mendukung konektivitas dan perekonomian,” ujar Komjen Pol. Makhruzi.
Komjen Pol. Makhruzi menjelaskan, bahwa Kabupaten Landak memiliki peran strategis sebagai jalur utama penghubung menuju perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya melalui ruas nasional Pontianak–Ngabang–Sanggau–Entikong. Jalur tersebut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pelayanan pemerintahan, serta penggerak ekonomi kawasan perbatasan.
Menurutnya, setiap gangguan infrastruktur akibat bencana, termasuk banjir, berpotensi berdampak langsung terhadap kelancaran akses menuju PLBN Entikong. Oleh karena itu, BNPP RI tidak hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga memastikan konektivitas wilayah perbatasan tetap terjaga.
Berdasarkan data yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada rentang 9–13 Januari 2026 sehingga menyebabkan meluapnya Sungai Mempawah, Menyuke, Behe, dan Sungai Landak. Akibatnya, permukiman warga di sembilan kecamatan yang tersebar di 28 desa terdampak banjir.
Saat penyaluran bantuan berlangsung, kondisi banjir dilaporkan telah surut dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Meski demikian, upaya pemulihan dan kewaspadaan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Load more