Siap-Siap, Buruh Bakal Demo Geruduk DPR 15 Januari 2026, Minta Panggil Dedi Mulyadi hingga Pramono Anung
- Tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana untuk turun ke jalan melakukan aksi demo atau unjuk rasa di Gedung DPR RI dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada 15 Jaunuari 2026 yang akan datang.
Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan pihaknya meminta agar DPR turut memanggil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Adapun aksi demo itu adalah untuk menyuarakan protes terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta dan Jawa Barat yang dinilai masih tidak adil.
"Gubernur DKI Jakarta harus berani mengambil terobosan, maka kami minta DPR memanggil Gubernur Jakarta," kata Said, Selasa (13/1/2026).
Selain itu, untuk tuntutan terhadap Dedi Mulyadi, Said meminta agar Gubernur Jawa Barat mengembalikan SK tentang Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
KSPI Memandang UMP Jakarta Tidak Penuhi Kebutuhan Hidup
Menggunakan data IMF, KSPI mengungkapkan Jakarta adalah kota yang lebih mahal dibandingkan sejumlah kota besar seperti Kuala Lumpur, Bangkok, bahkan Beijing.
Namun, UMP Jakarta saat ini adalah Rp5,73 juta. KSPI memandang mestinya UMP Jakarta ditetapkan menjadi Rp5,89 juta.
Adapun angka tersebut diambil KSPI karena setara 100 persen dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Aksi yang rencananya digelar pada 15 Januari 2026 itu adalah kelanjutan dari demo sebelumnya yakni 30 Desember 2025 dan 8 Januari 2026.
Buruh terus melakukan demo karena baik Pramono dan Dedi Mulyadi masih belum memenuhi tuntutan yang diajukan. (iwh)
Load more