Gunung Semeru Alami 30 Kali Gempa Letusan dan Getaran Banjir, Status Masih Siaga
- Antara
PVMBG mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, dengan jarak sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut dinilai berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tetap harus waspada dan tidak melakukan aktivitas di sempadan sungai karena potensi bahaya masih ada,” kata Mukdas.
Radius Bahaya dan Potensi Ancaman
PVMBG juga menegaskan larangan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan ini rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat terjadi sewaktu-waktu saat erupsi.
Masyarakat di sekitar lereng gunung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, serta lahar hujan. Ancaman tersebut terutama berpotensi terjadi di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Beberapa aliran sungai yang perlu diwaspadai antara lain:
-
Besuk Kobokan
-
Besuk Bang
-
Besuk Kembar
-
Besuk Sat
Selain sungai utama, potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, terutama saat intensitas hujan meningkat di kawasan puncak.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah, serta tidak mudah terpancing isu atau kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana akibat aktivitas Gunung Semeru.
Load more