News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Guru Besar Hukum UGM Zainal Arifin Mochtar Diteror Telepon Mengaku Polisi, Diduga Modus Penipuan

Guru Besar Hukum UGM Zainal Arifin Mochtar diteror telepon mengaku polisi. Modus penipuan ini disebut makin marak dan meresahkan.
Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:15 WIB
Zainal Arifin Mochtar seorang Pakar Tata Hukum Negara saat mengisi film documenter Dirty Vote.
Sumber :
  • YouTube Dirty Vote

Yogyakarta, tvOnenews.com — Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, mengungkap dirinya menjadi sasaran teror telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai aparat kepolisian. Teror tersebut diduga kuat merupakan bagian dari modus penipuan yang kian marak terjadi.

Zainal Arifin Mochtar, yang akrab disapa Uceng, menyampaikan pengalaman tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @zainalarifinmochtar. Dalam unggahan itu, ia juga mencantumkan nomor telepon peneror yang menghubunginya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pria yang akrab dipanggil Uceng ini juga mengungkapkan, panggilan terakhir diterimanya pada Jumat (2/1/2025). Dalam sambungan telepon itu, penelepon mengaku berasal dari Polresta Yogyakarta dan memintanya segera menghadap dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP).

“Baru saja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa KTP, jika tidak akan segera melakukan penangkapan,” tulis Uceng dalam unggahannya.

Menurut Uceng, penelepon menggunakan intonasi suara yang sengaja dibuat berat dan tegas untuk menciptakan kesan memiliki otoritas. Cara tersebut dinilai sebagai upaya menakut-nakuti target agar mengikuti perintah pelaku.

Uceng menegaskan bahwa ini bukan kali pertama dirinya menerima teror dengan modus serupa. Dalam beberapa hari terakhir, ia sudah dua kali mendapat panggilan mencurigakan dengan pola yang hampir sama.

“Teror seperti ini bukan kali pertama terjadi. Setidaknya, dalam beberapa hari ini sudah dua kali terjadi teror serupa. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut kerja,” ungkapnya.

Diduga Modus Penipuan Berkedok Aparat

Uceng menilai teror telepon tersebut jelas merupakan bentuk penipuan. Ia menyebut, modus seperti ini sebenarnya sudah mudah dikenali oleh masyarakat, terutama karena pelaku sering mencatut nama institusi negara, termasuk kepolisian.

“Siapa pun tahu yang kayak beginian adalah penipuan dan enggak jelas,” ujarnya.

Meski begitu, Uceng menyoroti fakta bahwa praktik penipuan semacam ini masih marak terjadi di Indonesia. Ia menilai para pelaku seolah leluasa beroperasi tanpa penindakan hukum yang serius.

“Di negeri ini, penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris tidak pernah ada yang dikejar dengan serius,” katanya.

Ia juga menyinggung persoalan kebocoran dan perdagangan data pribadi yang membuat masyarakat rentan menjadi target penipuan. Menurutnya, data pribadi yang mudah diakses pihak tak bertanggung jawab menjadi salah satu penyebab banyaknya panggilan dari nomor tidak dikenal.

“Data kita diperjualbelikan dan berbagai tindakan scam lainnya. Wajarlah beberapa kali nomor kita dihubungi orang tak dikenal,” ujar Uceng.

Imbauan Tidak Mudah Terintimidasi

Merespons penelepon yang mengaku sebagai aparat Polresta Yogyakarta, Uceng menegaskan bahwa upaya mencatut nama polisi untuk mengancam masyarakat tidak akan efektif, khususnya terhadap mereka yang memahami hukum.

Ia juga secara implisit mengingatkan publik agar tidak mudah terintimidasi oleh ancaman melalui telepon, apalagi jika tidak disertai prosedur resmi.

“Itu enggak akan ngefek,” tutup Uceng.

Fenomena Teror Telepon Kian Marak

Kasus yang dialami Guru Besar UGM ini menambah daftar panjang praktik penipuan melalui telepon di Indonesia. Modusnya beragam, mulai dari mengaku sebagai aparat penegak hukum, pegawai pajak, hingga petugas lembaga negara tertentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaku biasanya menekan korban secara psikologis dengan ancaman hukum, penangkapan, atau sanksi pidana agar korban panik dan menuruti permintaan mereka. Aparat kepolisian sendiri berulang kali mengingatkan bahwa institusi resmi tidak pernah melakukan pemanggilan atau ancaman hukum melalui telepon pribadi.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, tidak memberikan data pribadi, serta segera memutus sambungan telepon jika menerima panggilan mencurigakan. Jika perlu, laporan dapat disampaikan kepada pihak berwenang agar kasus serupa dapat ditindaklanjuti. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT