News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peneror Dosen UGM yang Ngaku Anggota Polresta Yogyakarta, Jejaknya Terlacak di Cirebon

Dosen Hukum Tata Negara UGM Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar mengaku menjadi korban teror dari seseorang yang mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta.
Rabu, 7 Januari 2026 - 16:59 WIB
Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar
Sumber :
  • Instagram @zainalarifinmochtar

Yogyakarta, tvOnenews.com - Dosen Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar mengaku menjadi korban teror dari seseorang yang mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap kasus teror yang dialami oleh salah satu ahli hukum dalam film dokumenter Dirty Vote tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasilnya, didapati jejak peneror beralamat di Jawa Barat. Hal ini seusai Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia memastikan bahwa nomor yang digunakan untuk meneror bukan milik anggotanya.

"Setelah itu (kasus teror yang menimpa dosen UGM) kita cek nomor itu, tidak ada anggota Polresta Yogyakarta yang menggunakan nomor itu. Setelah kita cek ternyata alamat mereka itu di Cirebon," tuturnya kepada awak media, Rabu (7/1/2026).

Dengan demikian, orang yang menghubungi dosen UGM tersebut bisa dikatakan melakukan tindak pidana penipuan. 

Ditanya apakah polisi akan melakukan pengejaran, Kombes Pol Eva mengaku masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Ya, nanti akan kita selidiki lagi," ucapnya.

Pasca kejadian tersebut, Kombes Pol Eva mengaku belum ada komunikasi dengan yang bersangkutan. Namun, tak menutup kemungkinan akan ada komunikasi di antara mereka.

"Sementara, kita belum komunikasi dengan Prof Uceng (sapaan akrab Zainal Arifin Mochtar). Tentunya, kita komunikasi dengan beliau, apa masalahnya, teleponnya bagaimana, nanti akan kita tindaklanjuti," ujarnya.

Pengakuan Dosen UGM

Diberitakan sebelumnya, Dosen Tata Negara UGM tersebut menceritakan teror yang dialaminya melalui akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar pada Jumat (2/1/2026).

Dalam postingan tersebut, dia mengaku telah dihubungi oleh nomor +6283 817941429. Pemilik nomor tersebut mengaku dari Polresta Yogyakarta. 

Menurutnya, suara si penelpon ketika menghubungi diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas.

"Baru saja masuk telepon ini, ngaku dari Polresta Yogyakarta meminta segera menghadap dan membawa KTP. Jika tidak, akan segera dilakukan penangkapan," tulis Uceng, sapaan akrab Zainal Arifin di Instagramnya dikutip, Sabtu (3/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Uceng juga mengaku, sudah dua kali mendapat tindakan serupa. Akan tetapi, ia tidak menghiraukan karena menurutnya masuk dalam tindak pidana penipuan.

"Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik. Well, siapapun tau yang kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali-kali," ucapnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral