Bahlil Lapor ke Prabowo, Realisasi Subsidi dan Kompensasi Listrik pada 2025 Capai Rp210 Triliun
- YouTube/Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memastikan alokasi subsidi dan kompensasi listrik bagi masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi dan dampak bencana.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, bahwa total realisasi subsidi dan kompensasi listrik pada 2025 mencapai sekitar Rp210 triliun.
Laporan tersebut disampaikan Bahlil dalam Rapat Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Ia merinci, dari total 37 golongan pelanggan listrik, sebanyak 24 golongan menerima subsidi dan 13 golongan lainnya memperoleh kompensasi.
“Dari total subsidi listrik antara subsidi dan kompensasi untuk 37 golongan, sebanyak 24 golongan menerima subsidi dan 13 golongan menerima kompensasi. Totalnya kurang lebih sekitar Rp210 triliun untuk subsidi dan kompensasi listrik pada 2025,” ujar Bahlil, dikutip Selasa (16/12/2025).
Bahlil menjelaskan, nilai tersebut sudah mencakup alokasi sekitar Rp12 triliun untuk program diskon tarif listrik yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi nasional. Diskon tersebut diberikan pada periode Maret, April, dan Mei 2025.
“Sebagaimana yang sudah diputuskan oleh Bapak Menko Perekonomian waktu itu,” katanya.
Ia menegaskan, hingga saat ini anggaran subsidi dan kompensasi listrik masih sepenuhnya sejalan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang telah disahkan dalam Nota Keuangan pada 17 Agustus lalu.
“Ini masih on the track. Belum ada perubahan atau penambahan anggaran, masih sesuai dengan batasan APBN,” tegas Bahlil.
Selain memaparkan kondisi fiskal, Bahlil juga melaporkan perkembangan pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Khusus untuk Banda Aceh, pasokan listrik saat ini baru mencapai rata-rata 60 megawatt (MW) dari total kebutuhan sekitar 110 MW.
“Artinya, masih ada kekurangan sekitar 50 MW,” ujarnya.
Menurut Bahlil, pemulihan penuh masih menunggu rampungnya pembangunan jaringan gardu induk yang kini progresnya telah mencapai 80–90 persen.
Pemerintah menargetkan penyelesaian pekerjaan tersebut dalam beberapa hari ke depan.
“Jika gardu induk sudah rampung, aliran listrik dari sistem Arun–Bireuen bisa kembali masuk secara normal. Dengan begitu, transmisi kelistrikan jalur Sumatera akan kembali terkoneksi sepenuhnya dengan sistem kelistrikan Aceh,” tutupnya. (agr/muu)
Load more