News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap! Ternyata Ada Empat Sidik Jari di Lakban yang Melilit Wajah Arya Daru, Polisi Sebut Tak Layak Diperiksa

Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, kembali memasuki babak baru.
Rabu, 26 November 2025 - 20:57 WIB
Diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan (39) yang tewas terbungkus lakban di kamar kos.
Sumber :
  • Dokumentasi tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, kembali memasuki babak baru.

Kuasa hukum keluarga Arya Daru Pangayunan, Martinus Simanjuntak, mengungkap temuan mengejutkan yakni ada empat sidik jari yang menempel dilakban yang melilit wajah dan kepala Arya Daru saat ditemukan tewas di kamar indekosnya, Menteng, Jakarta Pusat, 8 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Martinus menyebut fakta ini baru terungkap saat pihak keluarga menggali kembali hasil pemeriksaan forensik dan Inafis.

“Tadi kami sempat gali, itu ternyata ada empat sidik jari, di mana hanya satu yang layak untuk dilakukan pemeriksaan dan penelitian,” ucap Martinus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/11/2025).

Kuasa Hukum Bongkar Fakta Menegejutkan yang Dianggap Polisi Privacy, Ternyata Arya Daru Sering Checkin dengan Vara
Kuasa Hukum Bongkar Fakta Menegejutkan yang Dianggap Polisi Privacy, Ternyata Arya Daru Sering Checkin dengan Vara
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews.com

 

Adapun, satu sidik jari yang memenuhi syarat identifikasi tersebut milik korban sendiri. Namun tiga lainnya justru menjadi tanda tanya, karena tidak dapat diteliti.

“Ada tiga lagi bekas sidik jari yang tidak bisa diteliti karena tidak layak. Tadi saya sempat tanyakan apakah sudah bisa disimpulkan apakah DNA ini bukan DNA-nya Arya? Penyidik mengatakan tidak bisa, karena memang tidak layak dan tidak diuji,” lanjut Martinus.

Ia menilai, kesimpulan bahwa tidak ada DNA orang lain pada lakban menjadi lemah bila tiga sidik jari itu bahkan belum diperiksa.

“Jadi, menyimpulkan tidak ada DNA orang lain dengan tidak ditelitinya tiga sidik jari yang nempel tersebut, itu juga mungkin perlu diperdalam ke depan oleh penyidik,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Nicholay Aprilindo, menyebut temuan ini sangat krusial.

“Jadi masalah sidik jari itu, itu masalah yang sangat krusial juga. Kami baru tahu ada tiga sidik jari yang melekat di lakban itu, tapi yang bisa teridentifikasi oleh Inafis hanya milik almarhum. Yang tiga lagi tidak,” ujarnya.

Nicholay menegaskan keluarga berhak mengetahui siapa pemilik tiga sidik jari tersebut.

“Saya tanya, apakah yang tiga itu tidak bisa teridentifikasi itu milik siapa? Almarhum atau orang lain? Penyidik mengatakan mereka tidak bisa menjawab itu,” ucapnya.

Diketahui, Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, ditemukan tewas secara mengenaskan.

Ia ditemukan tewas dalam kondisi wajah terlilit lakban, di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7/2025).

Arya ditemukan telah meninggal dunia secara mengenaskan di kamar indekos-nya yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Saat ditemukan, tubuhnya dalam kondisi tragis, yakni dengan wajah dan kepalanya tertutup lakban, terbaring terlentang di atas tempat tidur, serta diselimuti kain berwarna biru gelap.

Keluarga kini mendesak penyidik agar pemeriksaan sidik jari dilanjutkan dengan metode lanjutan atau teknologi lain, demi memastikan apakah kematian Arya merupakan tindakan kekerasan atau peristiwa lain yang masih belum terjawab.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya resmi menyatakan bahwa kematian Arya Daru Pangayunan (39) tidak ada keterlibatan pihak lain.

Hasil investigasi menyatakan bahwa Arya Daru meninggal dunia karena bunuh diri, bukan dibunuh seperti dugaan awal publik.

“Dari hasil serangkaian penyelidikan terhadap saksi, barang bukti, serta didukung investigasi ilmiah dan keterangan para ahli, kami menyimpulkan Arya Daru Pangayunan meninggal dunia tanpa keterlibatan pihak lain,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra dalam konferensi pers, Selasa (29/7/2025) sore.

Wira menegaskan bahwa beberapa informasi yang beredar di awal perlu diluruskan.

“Korban ditemukan dengan kondisi tangan tidak terikat. Pintu kamar dikunci dari dalam, dan tidak ada kerusakan pada plafon,” tuturnya. (rpi/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral