News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Maraknya Prostitusi Gay di Taman Daan Mogot, Bungkus "Pengaman" Berserakan, Warga: Jam 10 Malam Sudah Mulai

Area Taman Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, kini menjadi sorotan setelah ditemukan banyaknya bungkus pengaman dan botol bekas minuman keras (miras) berserakan. 
Kamis, 13 November 2025 - 19:11 WIB
Bungkus kondom (alat kontrasepsi) berserakan di area pertamanan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (13/11).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Area Taman Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, kini menjadi sorotan setelah ditemukan banyaknya bungkus alat kontrasepsi dan botol bekas minuman keras (miras) berserakan. 

Kondisi itu memperkuat dugaan maraknya aktivitas prostitusi sesama jenis pria atau gay di lokasi tersebut, yang semakin meresahkan warga sekitar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Kamis (13/11), terlihat jelas di lokasi, kotak bekas alat kontrasepsi dan botol-botol miras tergeletak begitu saja. 

Keadaan diperparah dengan rumput liar yang tumbuh tak beraturan dan minimnya penerangan, membuat area tersebut semakin gelap dan tersembunyi pada malam hari. Kondisi itu memfasilitasi terjadinya praktik terlarang. 

Menanggapi keluhan warga, beberapa petugas terlihat mulai membersihkan rumput liar dan memangkas pepohonan rindang di taman tersebut.

Seorang pedagang kaki lima setempat, Acong, membenarkan dugaan prostitusi gay yang semakin merebak. 

"Iya, (prostitusi sesama jenis pria). Orang-orang pada berhenti aja. Pada berhenti di situ motornya. (Aktivitas prostitusi dilakukan) di area yang gelap di sana. Itu benar," kata Acong.

Menurut pengamatannya, para pelaku mulai berdatangan sekitar pukul 22.00 WIB setiap malam. 

"Jam 10, jam 11, jam 12 malam, udah pada mulai. Tiap malam. Lihat aja nanti malam, kalau mau kontrol," ujar Acong sembari melayani pelanggannya.

Acong juga mengungkapkan bahwa aktivitas ini sudah berlangsung lama tanpa adanya penertiban dari pihak berwajib. "Udah lama, udah lama. Belum ada penertiban," tukasnya. 

Ia menduga para pelaku bukan warga setempat. "Bukan, bukan warga sini. Jadi dia datang, orangnya yang pakai motor. Berhenti di situ motornya. Nunggu di dalam semua, masuk ke area gelap. Saya mah lihat aja," cerita Acong.

Para pelaku umumnya datang dengan sepeda motor, meskipun kadang-kadang juga menggunakan mobil. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada mobil kadang-kadang berhenti, tapi kebanyakan motor," tambahnya. Acong juga mengidentifikasi para pelaku sebagai homoseksual, bukan waria. "Homo sepertinya. Bukan waria, tapi homo," katanya. 

Minimnya aktivitas masyarakat di siang hari dan tidak adanya pangkalan pedagang kaki lima atau ojek daring di sekitar lokasi juga semakin mendukung praktik tersembunyi ini. (ant/dpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral