TPST Bantargebang Nyaris Penuh, Pramono Siapkan Zona Baru dan Wajibkan Pemilahan Sampah
- dok. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com – Tragedi longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang memaksa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi total sistem pengiriman sampah dari ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui kapasitas Bantargebang sudah sangat terbatas sehingga pengiriman sampah dari Jakarta harus mulai dibatasi.
Saat ini, volume sampah yang dikirim dari Jakarta ke TPST Bantargebang setiap hari mencapai ribuan ton.
“Jadi sekarang ini harian sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton. 8.000 ton itu kalau biasanya pada akhir pekan,” kata Pramono dalam konferensi pers di Pendopo Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, longsor yang terjadi di Zona 4A Bantargebang pasti berdampak pada sistem pengelolaan sampah Jakarta.
Karena itu pemerintah mulai menyiapkan skema baru agar tidak semua sampah langsung dikirim ke lokasi tersebut.
“Pasti ada dampaknya. Untuk itu kami akan melakukan proses pemilahan di ujung, dan sekaligus untuk mengatur agar semuanya itu tidak dikirimkan ke Bantargebang. Karena Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas,” jelasnya.
Sebagai langkah sementara, operasional pembuangan sampah dialihkan ke zona lain di TPST Bantargebang sambil menunggu pemulihan area longsor.
“Untuk sementara ini, sambil menunggu Zona 4A diselesaikan, maka Zona 3 dan dua zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporary, sementara, jadi tidak permanen. Harapan kami adalah untuk Zona 4 ini, 4A, segera bisa dipulihkan kembali,” kata dia.
Selain mengatur distribusi sampah ke Bantargebang, Pemprov DKI Jakarta juga mempercepat pengoperasian fasilitas pengolahan sampah di Rorotan, Jakarta Utara.
Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap Bantargebang.
“Yang pertama, yang di Rorotan, kami sedang melakukan mudah-mudahan commissioning-nya itu segera selesai sehingga Rorotan segera bisa beroperasi normal,” jelasnya.
Meski kapasitasnya belum sebesar yang dirancang awal, Pramono menilai operasional fasilitas tersebut tetap akan memberikan dampak signifikan bagi pengurangan sampah Jakarta.
“Memang targetnya tidak bisa kemudian seperti yang dulu dirancang di awal. Tetapi saya mencanangkan kalau bisa 1.000 saja, itu sudah sangat baik sekali,” tukas dia.
Load more