News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ditanya soal Tewasnya Timothy, Sang Ayah Curahkan Isi Hatinya Hingga Singgung Kenangan Terindah

Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa FISIP Universitas Udayana, yang diduga bunuh diri karena menjadi korban bullying, Rabu (15/10). Kini menyisahkan luka
Minggu, 19 Oktober 2025 - 17:52 WIB
Ayah Mendiang Timothy Anugerah
Sumber :
  • YouTube tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud), yang diduga bunuh diri karena menjadi korban perundungan atau bullying, Rabu (15/10/2025). Kini menyisahkan luka mandalam bagi keluarga dan rekan terdekat. 

Bahkan, publik juga terharu saat mendengar dan melihat kisah tewasnya Timothy yang viral di media sosial. Selain itu, sebagian publik mengutuk keras perbuatan orang yang merundung Timothy. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di tengah luka mendalam karena kepergian Timothy untuk selamanya. Sang ayah Timothy, Lukas Triana Putra, mencurahkan isi hatinya hingga mengenang kenangan terindah bersama Timothy. 

Hal itu ia lontarkan ketika awak media mempertanyakan tanggapannya terkait meninggal dunianya Timothy.

Dalam wawancara itu, sang ayah Timothy menunjukkan ketulusan luar biasa. Bahkan, ayah Timothy, Lukas menyampaikan tanggapan yang menyejukkan hati meski diliputi duka mendalam.

“Saya sakit hati sekali, tapi saya punya Tuhan yang mengajarkan saya memaafkan orang yang salah. Biarkanlah pihak kampus yang melakukan tindakan, dari pihak media sosial juga sudah memberikan mereka sanksi,” ujar Lukas dalam video yang beredar di Instagram. 

Sontak, pernyataan itu menyentuh hati warganet. Banyak yang menilai sikap sang ayah menunjukkan kebesaran jiwa di tengah tragedi yang memilukan.

“Ternyata hati malaikat yang ada dalam diri dek Timothy itu berasal dari ayahnya,” tulis seorang pengguna Instagram.

Bahkan komentar lain berbunyi, “Sudah bisa kebayang sebaik apa hati anaknya, cerminan dari kebaikan hati kedua orang tuanya.” 

Dukungan Publik untuk Timothy

Unggahan duka cita dari akun resmi Universitas Udayana untuk almarhum Timothy telah menuai ribuan komentar dari warganet.

Kolom komentar dibanjiri desakan agar pihak kampus bertindak tegas terhadap para mahasiswa yang diduga melakukan perundungan.

“Perundungan yang menghilangkan nyawa manusia tidak bisa dibiarkan begitu saja. DROP OUT mahasiswa tersebut!” sebut satu di antara warganet. 

Bahkan sejumlah publik figur seperti Jerome Polin ikut meninggalkan simbol belasungkawa berupa emoji bunga dan hati putih di kolom komentar.

Sementara di platform X (dulu Twitter), beredar tangkapan layar percakapan yang diduga memperlihatkan perilaku perundungan terhadap Timothy. 

Nama-nama terduga pelaku pun mencuat ke publik dan menjadi bahan perbincangan luas.

Di sisi lain, pihak kampus telah menjatuhkan sanksi kepada empat mahasiswa yang merupakan pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) FISIP Unud Kabinet Cakra.

Mereka diberhentikan tidak dengan hormat dari organisasi dan dijatuhi sanksi akademik berupa pengurangan nilai soft skill, serta diwajibkan membuat surat pernyataan dan video permintaan maaf.

Keempat mahasiswa itu yakni:

1. Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana (Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat)

2. Maria Victoria Viyata Mayos (Kepala Departemen Eksternal)

3. Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama (Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan)

4. Vito Simanungkalit (Wakil Kepala Departemen Eksternal) 

Menurut Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, sanksi tersebut diberikan sebagai bentuk pembinaan, bukan hukuman kebencian.

“Sanksi ini bukanlah ekspresi kebencian kami sebagai pimpinan. Kami ini seorang guru, tugasnya mendidik,” ujarnya

Namun, sumber internal fakultas menyebutkan bahwa empat mahasiswa itu hanya sebagian dari total sekitar sembilan pelaku dugaan perundungan.

Nama lain yang disebut berasal dari fakultas berbeda, seperti Calista Amore (Fakultas Kedokteran) dan Jetro Ferdio (Fakultas Kelautan dan Perikanan). 

Di samping itu, sang ayah  Timothy Anugrah Saputra, Lukas Triana Putra, lontarkan pengakuan mengejutkan terkait gangguang psikologis hingga tewasnya Timothy.

Dalam hal ini, Ayah Timothy Anugrah Saputra, Lukas Triana Putra, mengklarifikasi terkait informasi yang beredar bahwa mendiang anaknya mengidap gangguan mental sehingga menjadi pemicu dugaan bunuh diri.

Lukas ceritakan, bahwa Timothy saat masih kecil sempat mengidap gangguan pendengaran.

Lalu, setelah diobati, Timothy pun telah dinyatakan sembuh.

"Memang pada waktu masih kecil, anak saya itu ada kelainan pendengaran di mana telinganya itu tidak dapat mendengar dengan baik. Sehingga dia dibawa ke spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan) anak dan pada saat itu, telinganya itu semenjak dibersihkan, pendengarannya menjadi baik," ceritanya dikutip dari YouTube metrotvnews, Minggu (19/10/2025).   

Setelah itu, Lukas bercerita terkait pendidikan Timothy di mana mendiang menempuh pendidikan di sekolah internasional.

Dalam kesehariannya di sekolah, Timothy berkomunikasi dengan siswa lain dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Ternyata, kata Lukas, hal ini menyebabkan Timothy sulit berkomunikasi dengan memakai Bahasa Indonesia.

"Jadi setelah kita lihat perkembangannya, setelah kelas empat, kok dia tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar yang (menggunakan) Bahasa Indonesia," jelasnya.

Kemudian, Lukas pun memindahkan Timothy ke Sekolah Nasional Plus yang memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional. Hal ini agar Timothy dapat bersosialisasi dengan masyarakat.

Dalam proses tersebut, Lukas menyebut sang anak turut didampingi psikolog untuk memantau tumbuh kembangnya.

"Dan (Timothy) dinyatakan sudah bisa bersosialisasi tanpa didampingi psikolog itu, di SMP," ujarnya.

Lukas pun membantah bahwa sang anak saat masuk menjadi mahasiswa Sosiologi FISIP Unud, masih mengidap gangguan psikologis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia juga mengaku kaget bahwa dalam sejumlah pemberitaan, Timothy diduga mengakhiri hidup karena mengidap gangguan psikologis.

"Semenjak dia di Udayana ini, dia itu sudah dinyatakan tidak ada gangguan dari psikologinya. Saya juga kaget kenapa ini anak diberitakan bahwa dia bunuh diri," pungkasnya. (aag)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Curi Satu Poin dari Gresik Phonska Plus, Yolla Yuliana Tetap Bangga dengan Performa Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026

Curi Satu Poin dari Gresik Phonska Plus, Yolla Yuliana Tetap Bangga dengan Performa Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026

Yolla Yuliana mengaku tidak terlalu kecewa dengan kekalahan Jakarta Livin Mandiri dari Gresik Phonska Plus pada laga terakhirnya di putaran pertama Proliga 2026
Tambang Emas Martabe Beralih ke Perminas, Danantara Siapkan Langkah Besar

Tambang Emas Martabe Beralih ke Perminas, Danantara Siapkan Langkah Besar

Pemerintah mulai membuka arah pengelolaan sumber daya strategis nasional menyusul pencabutan izin 28 perusahaan pascabencana di Sumatera.
Usut Dugaan Praktik Kecurangan Gagal Bayar PT DSI, Dittipideksus Bareskrim Polri Periksa 46 Saksi

Usut Dugaan Praktik Kecurangan Gagal Bayar PT DSI, Dittipideksus Bareskrim Polri Periksa 46 Saksi

Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut kasus dugaan praktik kecurangan kasus gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Sebelumnya sebanyak 28 saksi telah dilakukan pemeriksaan, kini bertambah menjadi 46 saksi.
Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika, Legenda MotoGP Akui Terpukau dengan Trek Kebanggaan Indonesia

Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika, Legenda MotoGP Akui Terpukau dengan Trek Kebanggaan Indonesia

Legenda MotoGP Valentino Rossi menjajal Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dalam rangkaian kegiatan Pertamina Enduro VR46 Riders Academy yang berlangsung pada 29 Januari 2026.
Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Inter Milan mulai menatap masa depan lini tengah mereka dengan lebih serius, dan nama Aleksandar Stankovic kembali mengemuka dalam perencanaan klub.
Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, membeberkan kunci kebangkitan skuad Garuda saat menghadapi Kirgistan pada laga kedua Grup A Piala Asia Futsal 2026.

Trending

Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika, Legenda MotoGP Akui Terpukau dengan Trek Kebanggaan Indonesia

Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika, Legenda MotoGP Akui Terpukau dengan Trek Kebanggaan Indonesia

Legenda MotoGP Valentino Rossi menjajal Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dalam rangkaian kegiatan Pertamina Enduro VR46 Riders Academy yang berlangsung pada 29 Januari 2026.
BI Tegaskan Rupiah Perlahan Stabil dan Inflasi Rendah

BI Tegaskan Rupiah Perlahan Stabil dan Inflasi Rendah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan ruang penurunan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate masih terbuka lebar seiring inflasi yang tetap terjaga dan nilai tukar rupiah yang mulai menunjukkan penguatan.
Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Inter Milan mulai menatap masa depan lini tengah mereka dengan lebih serius, dan nama Aleksandar Stankovic kembali mengemuka dalam perencanaan klub.
Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, membeberkan kunci kebangkitan skuad Garuda saat menghadapi Kirgistan pada laga kedua Grup A Piala Asia Futsal 2026.
Pertahanan Real Madrid Dibobol Kiper Benfica, Negara Paling Bontot di Ranking FIFA San Marino Kasih Sindiran: Level Kita Mirip

Pertahanan Real Madrid Dibobol Kiper Benfica, Negara Paling Bontot di Ranking FIFA San Marino Kasih Sindiran: Level Kita Mirip

Negara paling bawah di ranking FIFA yaitu San Marino kembali meledek Real Madrid yang harus kebobolan oleh kiper Benfica Anatoliy Trubin di Liga Champions.
Meski Menang di Kandang Dortmund, Inter Milan Justru Harus Telan Kenyataan Pahit

Meski Menang di Kandang Dortmund, Inter Milan Justru Harus Telan Kenyataan Pahit

Inter Milan meraih kemenangan impresif 2-0 di markas Borussia Dortmund pada laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/2026.
Usai Viral Dicopot, Chiki Fawzi Kini Diminta Kembali Jadi Petugas Haji 2026

Usai Viral Dicopot, Chiki Fawzi Kini Diminta Kembali Jadi Petugas Haji 2026

Pergantian keputusan yang berlangsung cepat itu membuat Chiki Fawzi mengaku sempat kebingungan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT