Ada Kabar Buruk, Semua Warga Jakarta Diminta Harus Waspada dengan Fenomena Mengerikan Hari ini Minggu 5 Oktober 2025
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagikan ada kabar buruk mengenai prakira cuaca di wilayah Jakarta pada hari ini, Minggu (5/10/2025).
Merujuk dari data resmi BMKG, prakira cuaca di sejumlah wilayah DKI Jakarta berpotensi akan mengalami hujan pada siang hari ini.
Kondisi seluruh Jakarta pada Minggu pagi hari akan berawan, perkiraan suhu cuaca wilayah tersebut mencapai 28-31 derajat Celcius.
Kelembapan udara seluruh wilayah Jakarta rata-rata mencapai 61-71 persen, kecepatan angin pada pagi hari sekitar 1,8-8,3 km/jam.
Kondisi cuaca seluruh Jakarta pada siang hari, Minggu, 5 Oktober 2025 akan mengalami intensitas hujan ringan.
- Istimewa
Namun begitu, wilayah Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, dan Jakarta Utara hanya berawan, suhu pada bagian wilayah ini mencapai rata-rata 29-31 derajat Celcius.
Kelembapan udara ketiga wilayah di Jakarta ini rata-rata 64-75 persen, kecepatan angin menyentuh angka rata-rata 1,8-9,3 km/jam.
Kondisi cuaca seluruh Jakarta pada sore hari akan kembali berawan, namun khusus wilayah Jakarta Selatan tetap mengalami intensitas hujan.
Intensitas hujan di Jakarta Selatan pada sore hari mencapai suhu sekitar 26-28 derajat Celcius, adapun kelembapan udaranya rata-rata 74-85 persen, dan kecepatan angin menyentuh 1,8-9,3 km/jam.
Kondisi cuaca malam hari dii Jakarta hanya kembali berawan, suhu rata-ratanya menyentuh angka 25-28 derajat Celcius, kelembapan udara rata-rata 78-89 persen, dan kecepatan angin mencapai 3,8-9,8 km/jam.
Suhu cuaca wilayah DKI Jakarta pada Senin, 6 Oktober 2025 dini hari mencapai rata-rata 24-27 derajat Celcius, kelembapan udara sekitar 84-92 persen, kecepatan angin menyentuh angka 0,8-11,1 km/jam.
Meski cuaca di Jakarta terhitung akan mengalami hujan ringan, warga Jakarta mendapat kabar buruk mengenai kualitas udara di wilayah ini pada Minggu pagi.
Kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat, peringkatnya menduduki kelima terburuk di dunia.
Merujuk data dari laman pemantau kualitas udara IQAir, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta menyentuh angka 134.
Artinya, cuaca udara di Jakarta pada pagi hari tidak sehat karena mengalami polusi udara PM2.5, nilai konsentrasinya menyentuh 49 mikrogram/meter kubik.
Untuk kelompok sensitif, tentu saja angka mengenai tingkat kualitas udara di Jakarta sangat tidak sehat dan bisa berdampak pada kerugian manusia.
Selain itu, udara di Jakarta juga bisa merugikan kelompok hewann yang memiliki sensitifitas tinggi, bahkan bisa merusak nilai estetika pada tumbuhan.
Oleh karena itu, berdasarkan laporan dari IQAir, warga Jakarta diminta agar tidak cenderung melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kalau tetap memaksa beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya warga Jakarta menggunakan masker, dan menutup rapat-rapat jendela agar udara kotor dari luar tidak masuk ke dalam rumah.
Jika tingkat kualitas udara di Jakarta masuk dalam kondisi kategori baik, maka tidak berdampak pada kesehatan manusia, hewan, hingga tumbuhan karena hanya rentang mencapai PM2.5 sebesar 0-50.
Rata-rata kategori tidak sehat akan menyentuh angka PM2.5 sebesar 200-299, sehingga berdampak pada beberapa segmen populasi di Jakarta.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tentunya terus bersinergi meluncurkan platform khusus pemantau kualitas udara.
Platform ini mendapat dukungan dari 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang sudah merebak di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Platform ini berasal dari inovasi menyempurnakan sebelumnya dan standarnya telah sesuai secara nasional.
Adapun hasil data laman ini berasal dari integrasi SPKU DLH Jakarta, World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Vital Strategies, dan BMKG.
(ant/hap)
Load more