GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Tata Kota UI Soroti Ironi Mimpi Jakarta Jadi Kota Global Tapi Masih Ada Kampung Kumuh

Pengamat Tata Kota Universitas Indonesia, Muh Azis Muslim, nilai situasi Jakarta yang miliki banyak kampung kumuh adalah ironi yang harus segera diselesaikan.
Minggu, 21 September 2025 - 13:43 WIB
Cerita Huru-hara Warga Johar Baru, Kali Sunter Jadi Saksi Kehidupan Kampung Kumuh
Sumber :
  • tvOnenews - Julio

Jakarta, tvOnenews.com - Meski berstatus kota global, Jakarta masih menyimpan wajah buram berupa permukiman kumuh.

Pengamat Tata Kota Universitas Indonesia, Muh Azis Muslim, menilai hal itu menjadi ironi yang harus segera diselesaikan dengan perencanaan matang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sejatinya apa yang saat ini diemban oleh Jakarta sebagai kota global tentu menjadi sebuah permasalahan bersama. Pemukiman kumuh itu kan sesuatu yang memang ada di berbagai negara. Tapi yang membedakan adalah bagaimana penanganan yang memang dilakukan,” kata Azis saat dihubungi tvOnenews.com, Minggu (21/9/2025).

Menurutnya, penataan kampung kumuh harus diarahkan pada peningkatan kualitas hidup warga, bukan sekadar pemindahan tempat tinggal.

“Ketika kita melakukan pengembangan atau pembangunan rumah susun komunal, juga harus dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang memang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai langkah itu penting agar warga merasakan perubahan nyata dalam kehidupannya.

“Sehingga ada perbedaan suasana kehidupan mereka dengan tersedianya berbagai macam fasilitas yang memadai,” ucapnya.

Azis menambahkan, program penataan kampung kumuh juga harus menangkap aspirasi dan partisipasi warga yang terdampak. Menurutnya, masyarakat bukan hanya objek, melainkan subjek yang menentukan keberhasilan kebijakan.

“Masyarakat itu sebagai penerima manfaat dari adanya kebijakan ya benar-benar menikmatinya,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi dengan program pemerintah pusat. Kolaborasi dengan pihak swasta pun dibutuhkan agar penanganan tidak berhenti di level wacana.

“Program ini kan memang membutuhkan adanya kolaborasi ya baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga para mitra dari pihak swasta,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Habib Muhammad bin Salim Alatas, sebelumnya menilai masih adanya kampung kumuh di jantung Jakarta sebagai hal yang ironis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia bahkan menyebut kondisi Johar Baru yang kumuh hanya sepelemparan batu dari Istana Negara.

“Memang ironis ya, di jantung ibukota, dekat dengan Istana Negara, tapi masih ada kantong-kantong pemukiman kumuh,” kata Habib. (agr/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Pernyataan lama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapan tersebut ramai dibahas ulang setelah serangan gabungan Amerika
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Bukan Tonali! Miralem Pjanic Sebut Sosok Ini Lebih Layak Diboyong Juventus

Bukan Tonali! Miralem Pjanic Sebut Sosok Ini Lebih Layak Diboyong Juventus

Mantan gelandang Juventus, Miralem Pjanic, menyarankan mantan klubnya untuk membidik Bernardo Silva pada bursa transfer musim panas mendatang jika gagal mengamankan tanda tangan Sandro Tonali.

Trending

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin usai kericuhan laga Persib vs Ratchaburi di ACL 2. Apakah Maung Bandung dijatuhi sanksi? Ini keputusan resmi dari AFC.
Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu jadi kiper andalan Timnas Indonesia, mantan pemain Arema FC ini kini aktif live di TikTok untuk berjualan keripik.
Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Menghadapi pemain Red Sparks sebagai lawan di Asian Games 2018. Pertemuan kembali seolah menegaskan perjalanan takdir yang mempertemukan Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral