Sosok Kepercayaan Hercules Terang-Terangan Akui Masalah yang Dihadapi GRIB Jaya, Minta Polisi Tak Usah Ragu...
- Kolase tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan sosok mantan preman Hercules yang memimpin ormas GRIB Jaya menjadi sorotan publik.
Pernyataan kontroversial yang dilontarkan Hercules, khususnya soal purnawirawan TNI membuat beberapa pihak geram dan memberikan kecaman.
Tentunya ucapan kontroversial Hercules lagi-lagi dihubungkan dengan ormas GRIB Jaya karena ia merupakan pemimpinnya.
Gara-gara ucapan tersebut, banyak pihak yang malah menuding GRIB Jaya sebagai preman berkedok ormas. Masa lalu Hercules pun disinggung kembali.
Kelakuan anggota ormas tersebut di beberapa daerah pun tak membantu, seperti pembakaran mobil polisi di Depok serta penggelapan kendaraan di Serang.
Akhirnya, nama ormas tersebut justru semakin memburuk di tengah pemerintah yang ingin memberantas premanisme.
Hercules dan ormasnya dikecam oleh banyak pihak, mulai dari para purnawirawan sampai aktivis dari berbagai daerah.
Terakhir, perkumpulan advokat sampai mengadu ke Komisi III DPR RI meminta agar GRIB Jaya diberikan tindakan tegas, seperti diberi peringatan atau dibekukan.
Hal ini sempat membuat geram Hercules sebagai pemimpinnya. Ia bahkan mengancam para advokat itu untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
Di tengah keramaian yang terjadi sampai menyeret Hercules dan keluarganya, Sekjen GRIB Jaya Zulfikar pun memberikan tanggapannya.
Zulfikar mengakui bahwa ormas tempat dirinya bernaung memiliki kesalahan-kesalahan. Namun, tudingan terkait preman berbaju ormas adalah hal yang salah.
Ia menegaskan, sebagai organisasi masyarakat tujuan dari GRIB Jaya adalah membawa manfaat terhadap khalayak luas.
"Kami mohon maaf kepada masyarakat atas keramaian akhir-akhir ini. Kami sudah jelaskan, kami tidak seperti apa yang di-framing," katanya.
Dirinya pun menyadari bahwa masih perlu banyak membenahi diri sebagai sebuah kelompok.
Tindakan menyimpang para anggotanya pun menjadi pelajaran besar. Ia tak memungkiri jika polisi harus turun tangan.
"Kami akui, kami sedang benahi diri. Masih ada oknum yang memanfaatkan ormas kami dan baju kami untuk melakukan tindakan melanggar hukum," katanya.
Zulfikar mengatakan yang tengah terjadi menjadi pelajaran besar bagi ormasnya.
"Kami tidak takut, kami semakin bertekad, semakin belajar hingga semakin kuat ke depannya," ujar dia.
Load more