Koalisi Ojol Nasional Tak akan Gabung Aksi Demo 500 Ribu Ojek Online pada Selasa Besok, Ini Alasannya
- Antara
Sebab, Rahman juga menyoroti para pengemudi yang memang mata pencahariannya hanya mengandalkan dari ojol.
"Dari kebutuhan harian seperti makan pribadi ataupun dengan keluarga, jajan anak apalagi mereka yang memakai motor listrik yang harus mereka bayar berupa angsuran atau sewa perhari serta kebutuhan lainnya baik primer atau sekunder," ungkap Rahman.
Ia menegaskan, orang lain, terutama sesama pengemudi ojol, alangkah baiknya tidak mengalangi orang untuk mencari penghidupannya.
"Singkat kata marilah kita saling menghormati kepentingan masing dan hak pribadi untuk mencari uang untuk kehidupan serta tidak melanggar aturan hukum dan orang lain tidak boleh menghalangi seseorang mencari uang dengan halal untuk kehidupan," tegas dia.
Turut diketahui, sekitar 500 ribu pengemudi ojol akan mematikan aplikasi dan menggelar unjuk rasa besar-besaran pada Selasa besok lusa.
"Garda Indonesia sebagai asosiasi pengemudi ojol menyatakan meminta maaf kepada warga masyarakat Jakarta dan aglomerasi Jabodetabek karena pada hari Selasa 20 Mei 2025, Kota Jakarta akan diserbu pengemudi ojek online gabungan roda 2 dan roda 4 dalam rangka aksi unjuk rasa akbar dan reuni aspirasi aksi akbar 205," kata Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat (16/5).
Ia menyebutkan aksi tersebut akan diikuti pengemudi ojol dan taksi online dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon, hingga Palembang, Lampung, dan wilayah Banten Raya.
Ia mengatakan aksi akbar 205 yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga selesai akan dipusatkan di Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan dan Gedung DPR RI, sehingga berpotensi melumpuhkan sebagian Jakarta akibat kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan. (rpi/dpi)
Load more