Komisi VIII DPR Minta Jemaah Haji Indonesia Ikuti Aturan, Tidak Pergi Pakai Visa Tidak Resmi
- InJourney
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq meminta jemaah haji Indonesia menaati peraturan yang telah ditetapkan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025.
Hal itu merespons soal pemeriksaan visa haji yang semakin diperketat pemerintah Arab Saudi untuk mencegah masuknya jemaah haji ilegal.
Pemeriksaan diketahui dilakukan berlapis-lapis terutama di perbatasan menuju Mekkah dan kawasan Masjidil Haram.
“Saya meminta jemaah haji menggunakan rasionalitas dalam berhaji. Jangan mudah terbujuk dengan tawaran haji non prosedural karena tidak menggunakan visa haji resmi,” ujar Maman, Jumat (16/5).
“Pemerintah Arab Saudi tidak main-main dalam mencegah masuknya haji non prosedural. Di Arab Saudi, pemeriksaan berlapis-lapis,” sambungnya.
Maman juga meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk selalu mengingatkan jemaah haji menyiapkan dokumen seperti visa haji dan kartu nusuk setiap keluar penginapan.
“Saya juga meminta petugas haji selalu ingatkan jemaah untuk membawa kelengkapan identitas yang dibutuhkan karena adanya pemeriksaan ini,” kata dia.
Politisi PKB itu juga meminta kepada jemaah haji Indonesia untuk selalu memakai tanda pengenal. Hal ini agar memudahkan identifikasi dan saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas.
Sebagai informasi, pemeriksaaan ketat terhadap jemaah haji dilakukan askar di kawasan Masjidil Haram. Bahkan sejak dari halaman hingga pelataran masuk menuju Kabah, petugas ditempatkan di sejumlah lokasi untuk memeriksa kelengkapan visa jemaah.
Di sejumlah ruas jalan, mobil-mobil patroli menunggu di sisi kiri dan kanan jalan serta dilakukan pemeriksaan kepada pengguna kendaraan.
Pemerintah Arab Saudi akan memberikan sanksi bagi haji ilegal atau yang menggunakan visa haji tidak resmi. Maman menyebut pihak yang terlibat dapat dikenai denda hingga 100.000 riyal atau Rp440 juta, hukuman penjara hingga deportasi.
“Kalau ada tawaran berhaji tanpa menggunakan visa haji resmi, lebih baik pulang walaupun sudah dibandara. Daripada tiba di tanah suci, tapi terkatung-katung selama berada di sana,” tandas Maman. (saa/dpi)
Load more