Tak Hanya Tangan Kaki Buntung dan Mata Buta, Mantan Kepala BIN Ungkap Jasa Hercules di Timor Timur: Dia Pemegang Kunci...
- Kolase tvOnenews.com / Antara
Jakarta, tvOnenews.com -Â Perseteruan antara Hercules dengan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo semakin menuai perhatian publik.
Terbaru, mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), AM Hendropriyono turut mengomentari sosok Hercules yang tengah menjadi sorotan sejumlah Purnawirawan TNI.
Bukan menyebutnya sebagai preman, Hendropriyono justru menguliti sosok mantan penguasa Tanah Abang itu.
"Kalau cuman soal Hercules saya rasa kita juga kita juga mesti berpikir dingin, walaupun mungkin hatinya panas, kecewa," kata Hendropriyono dikutip dari tayangan YouTube @rhenald.kasali, Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Hendropriyono mengungkap jika Hercules memiliki jasa perjuangan bak pahlawan nasional.
Jasa perjuangan Hercules tercatat saat dirinya ikut turun di Medan perang kala Indonesia konflik dengan Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste.
"Padahal dulu dia (Hercules) waktu di Timor Timur dulu sebelum Timor Leste," kata Hendropriyono.
Bukan hanya itu, Hendropriyono menyebut jika Hercules mendapat kepercayaan khusus dari prajurit TNI yang turun di Medan perang saat itu.
Bahkan, para prajurit TNI mempercayai Hercules sebagai orang satu-satunya yang memegang kunci gudang amunisi.
"Dia (Hercules-red) itu kita percaya pegang kunci senjata dan peluru, dia yang pegang kunci itu, kita saking percayanya," kata Hendropriyono.
Hendropriyono menyebut Hercules saat itu tak takut mati dalam membela Indonesia untuk mempertahankan Timor Timur.
Alhasil, Hercules pun rela kehilangan anggota tubuhnya usai ikut berperang di Timor Timur bersama prajurit TNI.
"Di medan pertempuran, itu tercatat banyak juga jasa dia yang sampai kakinya buntung, dia kan orang berkaki buntung satu, tangannya juga satu, matanya juga satu," katanya.
Di sisi lain, Hendropriyono menyebut jika Hercules terpaksa menjadi preman usai perperangan melawan Timor Timur.
"Kalau dia bisa milih, dia tidak akan menjadi preman. Tapi dia menjadi preman karena tidak ada orang yang mau terima dia kerja dengan kaki buntung, tangan buntung dan mata satu (yang sehat). Mungkin tidak ada jalan lain kecuali jalan preman. Itu kan yang harus kita lihat," ujar Hendropriyono.
Load more