News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wamen PU Harap Pengelolaan Sampah Berbasis AI Dioptimalkan di Indonesia

Wamen PU, Diana Kusumastuti minta CONTAINDER bantu masyarakat mengumpulkan dan mengelola sampah plastik menjadi uang serta melakukan konversi carbon offset.
Sabtu, 3 Mei 2025 - 23:53 WIB
Rapat koordinasi kerja dihadiri Dirjen Cipta Karya, Dewi Chomistriana, dan Direktur Pengelolaan Sampah, Prasetyo, beserta jajaran, yang dilakukan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta Selatan.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti meminta pergerakan pengelolaan sampah berbasis AI, CONTAINDER, untuk membantu masyarakat mengumpulkan dan mengelola sampah plastik menjadi uang serta melakukan konversi carbon offset.

Hal tersebut disampaikan oleh Diana, langsung kepada CONTAINDER, dalam rapat kordinasi kerja yang dilakukan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta Selatan, dihadiri Dirjen Cipta Karya, Dewi Chomistriana, dan Direktur Pengelolaan Sampah, Prasetyo, beserta jajaran. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini untuk mengoptimalkan kembali fungsi dari TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) di berbagai wilayah Indonesia," ujar Diana dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2025). 

Langkah kolaborasi ini juga merupakan bentuk nyata CONTAINDER dalam mendukung program Kementerian Pekerjaan umum dan Kementerian Lingkungan Hidup dalam mengurangi dampak buruk sampah di seluruh Indonesia, dan menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah yang selama ini belum terlaksana dengan baik dikarenakan terdapat banyak TPS3R yang belum beroperasi penuh atau belum memberikan dampak signifikan dalam pengurangan sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Wamen PU itu juga mengarahkan CONTAINDER memulai pengelolaan TPS3R dan TPST dimulai dari wilayah operasional CONTAINDER di Provinsi Bali, Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Biak, Kabupaten NTT (Kota Kupang), Kota Batam dan di berbagai Wilayah di Jawa.

"Pada saat ini, banyak sekali TPS3R yang dibangun belum optimal terkait pelaksanaannya, kalau CONTAINDER akan membantu proses (optimalkan), maka silahkan saja untuk sampah-sampah tersebut diselesaikan supaya bersih,” terangnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI sejak tahun 2019 hingga 2024, Billy Mambrasar, menanggapi baik pernyataan dari Wamen PU.

Menurutnya, CONTAINDER memiliki kesiapan dari sisi SDM dan teknologinya untuk mendukung dan mengoptimalkan TPS3R dengan pendekatan berbasis data dan pemetaan AI serta operasional yang memberdayakan masyarakat lokal dengan sistem yang terintegrasi, TPS3R kedepannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai simpul ekonomi sirkular masyarakat dan penghasil karbon kredit (carbon offset).

"Sebagai startup yang lahir dari keprihatinan akan permasalahan sampah yang kompleks di Indonesia, kami melihat optimalisasi TPS3R dan TPST ini sebagai peluang strategis untuk berkontribusi secara aktif. CONTAINDER sejak tahun 2022 telah mendaur ulang 350 ton sampah plastik dan memberikan penghasilan tambahan untuk Masyarakat ekonomi lemah,” tegas Billy.

Selain itu, Dirjen Cipta Karya memberikan pesan kepada anak muda di Indonesia untuk menyadari bahwa semua masyarakat merupakan penghasil sampah, sehingga menekankan pentingnya tanggung jawab untuk bersama menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia. 

"Kita semua yang hidup di dunia ini adalah Poluter Sampah, mangkanya tanggung jawab diberikan ke seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, sehingga penanganan ini harus dimulai dari diri sendiri," jelasnya.

Selain itu, CONTAINDER juga menyambut baik pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengelolaan Sampah Nasional oleh Presiden Prabowo, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Satgas ini dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono, yang didalamnya akan dililbatkan Kementerian PU sebagai bentuk langkah strategis lintas sektor dalam mengatasi masalah sampah nasional.

Sebagai informasi, masyarakat Indonesia menghasilkan 76.000 Ton sampah setiap harinya dan timbunan sampah di Indonesia mencapai 27,74 juta ton.

CONTAINDER berkomitmen mengurangi timbunan sampah tersebut dengan mengajak Masyarakat mengumpulkan dan mendaur ulang sampah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

CONTAINDER percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui sinergi ini, Indonesia bisa bergerak lebih cepat menuju lingkungan yang bersih dan masa depan yang hijau.(lkf)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT