Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia: Penyalahgunaan AI untuk Pelecehan Seksual Bentuk Baru Kejahatan yang Harus Diperangi
- Ist
Lebih lanjut, Farah menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah dan inisiatif masyarakat sipil dalam meningkatkan literasi digital dan etika bermedia, termasuk Program Prioritas (PP) Tunas dari Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Kemkomdigi), serta gerakan nasional literasi digital oleh Siberkreasi, Japelidi, Klinik Digital, dan berbagai komunitas warga lainnya.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan regulasi. Perlu ada gerakan bersama untuk membangun kesadaran kritis masyarakat agar mampu menggunakan teknologi secara etis, bijak, dan bertanggung jawab. Literasi digital harus menjadi benteng utama dalam melindungi masyarakat, terutama perempuan dan anak, dari kejahatan siber,” kata Farah.
Farah berharap kasus di Universitas Udayana ini menjadi momentum bagi seluruh pihak pemerintah, institusi pendidikan, keluarga, media, dan masyarakat untuk bekerja sama membangun ruang digital yang aman, inklusif, dan manusiawi bagi semua. (ebs)
Load more