Alasan Pelaku Sayat Jari Korban Pembunuhan Mayat Dalam Karung di Kota Tangerang
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik kasus tewasnya pria bernama Al- Bashar (32), yang mayatnya dimasukan dalam karung dan dibuang oleh pelaku bernama Nana alias Ragil (23) di pinggir Jalan Daan Mogot KM 21, Batuceper, Kota Tangerang, Banten.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, mengungkapkan usai membunuh korban dengan memukul leher dan kepala korban, pelaku mengambil pisau untuk menyayat jari korban.
“Tersangka mengambil pisau yang ada didekatnya dan menyayat pada bagian ibu jari, kemudian jari tengah kanan, dan jari tangan sebelah kiri daripada korban,” jelas Wira.
Lebih lanjut Wira mengatakan bahwa penyayatan ini dilakukan bukan untuk menghilangkan sidik jari korban. Namun hal ini dilancarkan pelaku untuk memastikan darah korban masih keluar atau tidak.
“Soal sayatan itu bukan disayat untuk menghilangkan sidik jari, tidak. Jadi yang dimaksud disayat itu seperti disobek atau dilukai untuk melihat apakah dari itu masih keluar atau tidak,” ungkap Wira.
Sementara itu Wira menyebutkan bahwa pelaku menyayat jari korban karena ingin memastikan bahwa korban telah tidak bernyawa.
“Kalau sepengetahuan daripada tersangka, ketika disayat dan darah itu masih mengalir, korban itu masih hidup. tapi kalo darah sudah tidak mengalir, bahwa korban betul-betul sudah tidak ada nyawanya lagi. Jadi disayatnya bukan untuk menghilangkan sidik jari, tapi lebih memastikan apakah si korban ini dalam kondisi hidup atau sudah mati,” tukas Wira.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan bahwa pelaku bernama Nana alias Ragil (23) mengaku menggunakan motor korbannya saat membuang di Daan Mogot.
“Motor yang dipakai untuk angkat ini (jenazah) adalah motor milik si korban,” kata Wira, di Polda Metro Jaya, pada Jumat (25/4/2025).
Lebih lanjut Wira menuturkan bahwa yang bersangkutan menemukan kunci motor milik korban di tas milik korban.
“Kuncinya sudah ketemu. Di kamar, di dalam tas milik korban. Itu setelah dibunuh, dipastikan mati, dirogoh di kantong tidak ketemu, kemudian (jasad) dimasukkan ke plastik. Kemudian ke kamar, ternyata (kunci) ada di dalam tas milik korban,” terang Wira.
Load more