Selain itu, juga memperhatikan fenomena alam, seperti adanya hujan atau rintik, petir, angin kencang dan pasang air laut.
Selain itu, juga menggunakan aplikasi di ponsel Android, yakni Luna SolCal dan Sun Position Demo yang dinilai akurasinya tepat untuk mendeteksi waktu terbit, terbenam dan terjadinya konjungsi, ijtima, new moon (pergantian bulan), bulan baru (hilal).
"Aplikasi ini semakin memudahkan kita dalam memantau dan menetapkan waktu dan hitungan bulan. Dan aplikasi ini sejalan dengan ilmu dan metodologi yang diajarkan guru kami," katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan bulan dilakukan Jamaah An-Nadzir di beberapa daerah, didapatkan bahwa konjungsi, ijtima, new moon (pergantian bulan) Rajab ke Sya'ban terjadi pada malam Rabu, 29 Januari 2025 pukul 20.37 WITA.
Dari data pendukung di aplikasi didapatkan 27 Sya'ban 1446 H bertepatan Rabu 26 Februari 2025, bulan terbit di Timur pada pukul 04.17 WITA dan tenggelam di ufuk barat pukul 17.00 WITA. Pada, 28 Sya'ban 1446 H, pada Kamis 27 Februari 2025.
Kemudian, bulan terbit di timur pukul 05.14 WITA dan tenggelam di ufuk barat pukul 17.50 WITA. Kemudian 29 Sya'ban 1446 H jatuh pada Jumat 28 Februari 2025, bulan terbit di Timur pukul 06.08 WITA, nyaris bersamaan dengan terbitnya matahari di ufuk Timur, namun sulit dilihat secara kasat mata.
"Dengan demikian, kita sedang dalam keadaan berpuasa lalu bulan Ramadhan 1446 Hijiriyah masuk. Namun secara sempurna puasa Ramadhan 1446 H terhitung mulai Sabtu 1 Maret 2025," katanya. (ant/dpi)
Load more