GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Distribusi LPG 3 Kg di Semarang Kembali Normal, Pengecer Sudah Jadi Sub Pangkalan

Setelah mengalami sedikit kendala, distribusi LPG 3 kg di Kota Semarang dan wilayah Jawa Tengah kini kembali normal.
Kamis, 6 Februari 2025 - 14:44 WIB
Ilustrasi LPG 3 kg
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Setelah mengalami sedikit kendala, distribusi LPG 3 kg di Kota Semarang dan wilayah Jawa Tengah kini kembali normal.

Hal ini terjadi setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyempurnakan tata kelola penjualan LPG 3 kg dengan mengubah status pengecer menjadi sub pangkalan per Selasa, 4 Februari 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahmad, pemilik toko sembako yang kini menjadi sub pangkalan LPG 3 Kg di Kota Lama, Semarang Utara, mengaku bahwa sejak Selasa lalu, distribusi gas melon sudah kembali lancar.

“Beberapa hari ini, alhamdulillah, sudah lancar,” kata Ahmad saat ditemui awak media pada Kamis (6/2/2025).

Ahmad kini menjual gas melon dengan harga Rp21.000 per tabung. Dalam sepekan, ia menerima tiga kali pengiriman dari pangkalan, yaitu pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dengan jumlah 60 tabung per pengiriman, sehingga total mencapai 180 tabung per minggu.

Ahmad menyambut baik perubahan status pengecer menjadi sub pangkalan, karena aturan ini menjamin harga gas tetap stabil dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Setuju saya (jadi sub pangkalan) asal barangnya nggak langka lagi dan kita bisa tetap jualan gas seperti biasanya. Kalau kebijakannya baik, kita masyarakat pasti mendukung,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Rumini, seorang penjual gas melon di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara. Menurutnya, distribusi gas kini sudah lancar kembali, meskipun sempat ada kendala 1-2 hari sebelumnya.

“Sekarang kondisi sudah baik dan normal kembali,” ujarnya.

Rumini sepakat dengan aturan pemerintah yang bertujuan menjaga harga gas melon tetap terjangkau bagi rakyat. Ia menilai bahwa langkah mengubah pengecer menjadi sub pangkalan dapat mencegah permainan harga yang sempat terjadi.

“Gas melon itu gas subsidi, yang digunakan untuk rumah tangga dan UMKM. Cuma karena kemarin dengar-dengar, ada yang jual sampai Rp25.000 - Rp28.000 dari pihak pengecer, saya lebih setuju jika harga disamakan. Ada HET lah di level pengecer,” katanya.

Rumini saat ini menjual gas melon seharga Rp21.000 per tabung, dengan satu kali pengiriman per minggu sebanyak 40 tabung. Ia berharap pemerintah bisa menetapkan harga patokan yang lebih murah agar subsidi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah sedang merancang aturan agar seluruh pengecer diubah menjadi sub pangkalan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan harga gas melon tetap terjangkau dan tidak ada permainan harga di tingkat pengecer.

“Seluruh pengecer LPG 3 Kg di Indonesia, sekitar 375 ribu, akan dinaikkan statusnya menjadi sub pangkalan. Ini untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran dan harga tetap terjangkau,” kata Bahlil.

Dengan kebijakan ini, masyarakat berharap LPG 3 kg tetap mudah didapat dengan harga yang stabil, sehingga kebutuhan rumah tangga dan UMKM dapat terus berjalan tanpa kendala. (agr/iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Pernyataan lama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapan tersebut ramai dibahas ulang setelah serangan gabungan Amerika
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Bukan Tonali! Miralem Pjanic Sebut Sosok Ini Lebih Layak Diboyong Juventus

Bukan Tonali! Miralem Pjanic Sebut Sosok Ini Lebih Layak Diboyong Juventus

Mantan gelandang Juventus, Miralem Pjanic, menyarankan mantan klubnya untuk membidik Bernardo Silva pada bursa transfer musim panas mendatang jika gagal mengamankan tanda tangan Sandro Tonali.

Trending

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin usai kericuhan laga Persib vs Ratchaburi di ACL 2. Apakah Maung Bandung dijatuhi sanksi? Ini keputusan resmi dari AFC.
Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu jadi kiper andalan Timnas Indonesia, mantan pemain Arema FC ini kini aktif live di TikTok untuk berjualan keripik.
Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Menghadapi pemain Red Sparks sebagai lawan di Asian Games 2018. Pertemuan kembali seolah menegaskan perjalanan takdir yang mempertemukan Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral