News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Motif Perempuan Pasangan Sejenis Habisi Nyawa Pemuda Disabilitas di Subang, Gara-gara Cemburu Pasangannya Digoda sampai...

Dua perempuan diduga pasangan sejenis tega menghabisi nyawa pemuda disabilitas secara sadis di Subang, Jawa Barat. Polres Subang mengungkapkan, keduanya...
Minggu, 2 Februari 2025 - 09:16 WIB
Motif Perempuan Pasangan Sejenis Habisi Nyawa Pemuda Disabilitas di Subang, Gara-gara Cemburu Pasangannya Digoda sampai...
Sumber :
  • Tangkapan Layar tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Dua perempuan diduga pasangan sejenis tega menghabisi nyawa pemuda disabilitas secara sadis di Subang, Jawa Barat.

Menurut pemeriksaan Polres Subang, dua perempuan pasangan sejenis ini adalah A (21) dan T (16) yang masih duduk di bangku kelas XI SMA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, korban adalah mantan pacar dari T. Sementara kepada polisi, A dan T mengaku sebagai pasangan sejenis.

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu mengungkapkan, motif pembunuhan ini bermula dari rasa cemburu pelaku A.

"Motifnya itu cemburu. Ada hubungan percintaan di antara mereka bertiga dan ada kecemburuan," kata Ariek, dikutip Minggu (2/2/2025).

Korban sebelumnya sempat menghubungi T untuk meminta bertemu.

T yang merasa terganggu dan menganggap dirinya digoda kemudian melaporkan kepada pasangannya A.

Keduanya pun berakhir merencanakan pembunuhan terhadap korban dengan membawanya ke Pantai Patimban, Subang.

Menggunakan sebuah motor, pelaku membonceng korban sehingga mereka bertiga mengendarai motor yang sama.

Setelah dibawa ke Pantai Patimban, pelaku yang sudah menyiapkan dua bilah pisau pun melancarkan aksinya.

Ariek menuturkan, setelah merasa korban sekarat kedua pelaku lalu meninggalkannya.

Namun, di tengah jalan mereka berdua ingin memastikan apakah korban sudah tewas atau belum sehingga kembali lagi ke TKP.

Ternyata, saat kembali lagi korban dalam kondisi sekarat dan masih bisa bergerak.

"Ditemukan di lokasi semula, korban masih dalam kondisi sekarat atau masih beregrak. Kemudian mereka menusukkan kembali (pisau)," tambah Ariek.

Tak tanggung-tanggung, total tusukan yang diterima korban yakni 27 tusuk di sekujur tubuhnya.

Meski mengaku sebagai pasangan sejenis, Ariek menuturkan masih mendalami hubungan kedua pelaku.

"Karena ini masih jadi pemeriksaan awal dari pelaku, setelah melakukan penyelidikan nanti dan pasti akan kita rekonstruksi, namun yang jelas ada motif kecemburuan, kecemburuan antara pelaku dan korban," ujar dia menambahkan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 juncto Pasal 338 Tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral