Bus Maut Rombongan SMK Lingga Kencana Depok yang Kecelakaan di Subang Masih Berstatus AKDP
- Raisan Al Farisi-Antara
Wonogiri, tvOnenews.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri menyebut bus maut yang mengalami kecelakaan di Subang, Jawa Barat masih berstatus sebagai bus antarkota dalam provinsi (AKDP).
"Kaitannya dengan kewenangan kami kan uji KIR. Dari dokumen kami, uji KIR ini berakhir Desember 2023, tapi statusnya itu masih AKDP," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri Waluyo, Minggu (12/5/2024).
Dengan demikian, dia mengatakan bus dengan nama Trans Putera Fajar nomor polisi AD 7524 OG tersebut dinyatakan terlambat uji KIR.
Menurut dia, seharusnya uji KIR dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali. Dia mengatakan untuk uji KIR meliputi uji umum, yakni kelaikan dan uji administrasi.
Kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang. Dok: Raisan Al Farisi-Antara
Terkait hal itu, dia sudah menyerahkan dokumen terakhir ke Dinas Perhubungan Kabupaten Subang.
"Jadi sekarang sudah diambil alih oleh sana. Sesuai data yang sekarang ada, uji KIR sudah terlambat dan belum diujikan lagi," ujar dia.
Waluyo mengatakan sesuai dengan dokumen bus tersebut awalnya bernama Jaya Guna HG.
"Semua sudah dikonfirmasi. Sifatnya bus itu sudah dilepas. Kalau kemudian terjadi seperti ini kan di luar kendali kami," katanya.
Diduga akibat rem blong, sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan pelajar SMK asal Depok mengalami kecelakaan di jalan turunan Ciater, Subang pada Sabtu (11/5/2024) sekitar pukul 18.45 WIB.
Sebanyak sebelas orang dilaporkan tewas termasuk seorang pengendara sepeda motor.
Padahal Angkut Rombongan SMK Lingga Kencana dari Depok tapi Bus yang Kecelakaan di Subang Berpelat AD, Kakorlantas Bilang Begini
Kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang. Dok: Raisan Al Farisi-Antara
Padahal mengangkut rombongan SMK Lingga Kencana dari Depok, tapi bus yang kecelakaan di Subang berpelat AD.
Seperti diketahui pelat Depok adalah B. Sedangkan, pelat AD adalah untuk kendaraan Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Sragen, Karanganyar dan Wonogiri.
Terkait hal ini, Kakorlantas Polri Aan Suhanan mengatakan berdasarkan penelusuran pihaknya bus ini sudah berpindah tangan.
Bus ingin berpindah tangan hingga ke Bekasi. Setelah itu, pihak sekolah menyewa ke travel tersebut.
Load more