GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sikapi Putusan MK, Sekjen Gibran Center : Sengketa Telah Berlalu Waktunya Bersatu

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sengketa hasil perhelatan Pilpres 2024 pada Senin (22/4/2024).
Selasa, 23 April 2024 - 01:57 WIB
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sengketa hasil perhelatan Pilpres 2024 pada Senin (22/4/2024).

Lantas putusan itu turut menandakan kemenangan mutlak bagi pasangan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2024-2029.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekjen Gibran Center, Roy Marjuk mengatakan sudah waktunya semua pihak tak lagi memperdebatkan hasil Pilpres 2024.

“Wajarlah bila ada pihak-pihak yang tidak puas akan keputusan MK tersebut. Namun perlu diingat, keputusan MK merupakan keputusan tertinggi menyangkut sengketa konstitusional," kata Roy dalam keterangannya, Jakarta, Senin (22/4/2024).

"Sudah seyogyanya semua pihak yang berselisih untuk menerima dan melaksanakan hasil putusan tersebut. Bersama dengan keluarnya putusan, Sengketa telah usai. Kini, waktunya bersatu untuk Indonesia yang lebih maju," sambungnya.

Roy menuturkan sudah saat segala unsur termasuk elit politik untuk dapat bergandeng tangan membangun Indonesia ke depan.

Tak hanya itu, ia juga berujar perjalanan perhelatan Pilpres hingga sidang sengketa di MK membuktikan sistem demokrasi di tanah air yang masih berjalan dengan baik.

“Indonesia telah melaksanakan suksesi kepemimpinan nasional dengan baik, melalui mekanisme demokrasi yang baik pula. Saatnya para elite politik mensukseskan kepemimpinan Prabowo-Gibran kedepan. Bukan memperkeruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya turut menyikapi suara-suara yang tidak puas dan cibiran-cibiran yang berkembang di tengah masyarakat maupun media sosial. 

Roy mengatakan keputusan MK adalah merupakan cerminan suara rakyat di Pilpres kemarin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan, itu mayoritas. Artinya suara tidak puas adalah minoritas. Tapi, sinergi mayoritas dan minoritas diperlukan segala potensinya untuk kemajuan bangsa. Jangankan keputusan MK, keputusan Tuhan pun terhadap para hambanya masih saja ada yang tidak puas," ungkap Roy.

"Jadikanlah energi negatif ketidakpuasan memicu semangat positif untuk membuktikan bisa memberikan yang lebih baik bagi bangsa dan negara," pungkasnya. (raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Seberapa Besar Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran Jika Mundur dari Piala Dunia 2026

Seberapa Besar Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran Jika Mundur dari Piala Dunia 2026

Timnas Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mundur dari Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Keputusan itu men-
Terkuak, Motif Utama Pimpinan Ponpes Perkosa Santriwati di Lombok Tengah

Terkuak, Motif Utama Pimpinan Ponpes Perkosa Santriwati di Lombok Tengah

Terkuak, motif Utama pimpinan ponpes perkosa santriwati di Lombok Tengah. Bahkan, kabar yang beredar luas di media sosial itu, menuai komentar netizen.
Inter Milan Full Senyum, Sassuolo Berpeluang Lepas Rekan Duet Jay Idzes: Muharemovic

Inter Milan Full Senyum, Sassuolo Berpeluang Lepas Rekan Duet Jay Idzes: Muharemovic

Kabar baik datang untuk Inter Milan yang mendapat sinyal positif setelah manajemen US Sassuolo Calcio membuka peluang melepas rekan duet Jay Idzes, Muharemovic.
THR ASN Jakarta Bisa Cair Setelah Lebaran? Ini Penjelasan Terbaru Gubernur Pramono

THR ASN Jakarta Bisa Cair Setelah Lebaran? Ini Penjelasan Terbaru Gubernur Pramono

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara soal mekanisme pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idulfitri bagi aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta.
Terungkap, Senjata Mematikan Milik Iran, Bisa Buat Amerika Serikat dan Israel Begini

Terungkap, Senjata Mematikan Milik Iran, Bisa Buat Amerika Serikat dan Israel Begini

Terungkap, senjata mematikan milik Iran. Bahkan senjata itu bisa membuat Amerika Serikat dan Israel bisa kocar-kacir. Seperti diketahui, AS dan Israel melancar
Tak Hanya Bupati, KPK Amankan Sekda Hasil OTT di Pekalongan

Tak Hanya Bupati, KPK Amankan Sekda Hasil OTT di Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Hasilnya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Trending

Wanita Asal Jakarta Utara Diamankan Usai Buang Bayi di Tempat Sampah, Polisi: Dimasukkan ke dalam Tas Ransel

Wanita Asal Jakarta Utara Diamankan Usai Buang Bayi di Tempat Sampah, Polisi: Dimasukkan ke dalam Tas Ransel

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah warga menggeruduk rumah wanita berinisial DR (20) yang diduga membuang bayi hasil hubungan gelapnya
Gamis Bini Orang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Terinspirasi dari Inara Rusli

Gamis Bini Orang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Terinspirasi dari Inara Rusli

Gamis “Bini Orang” menjadi salah satu tren busana muslim paling mencuri perhatian menjelang Lebaran 2026. Terinspirasi dari Inara Rusli, yuk simak deskripsinya!
Meski Terancam Degradasi, Nottingham Forest Bidik 3 Poin di Kandang Manchester City

Meski Terancam Degradasi, Nottingham Forest Bidik 3 Poin di Kandang Manchester City

Bek Nottingham Forest, Neco Williams, blak-blakan soal target utama skuadnya saat bertandang ke markas Manchester City di Stadion Etihad, Kamis (5/3/2026).
Polda Metro Terima Laporan dari KPK Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Eks Sekretaris MA

Polda Metro Terima Laporan dari KPK Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Eks Sekretaris MA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melaporkan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh saksi kasus dugaan korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung
Bojan Hodak Takut Bicara soal Kontroversi Wasit Laga Persebaya vs Persib

Bojan Hodak Takut Bicara soal Kontroversi Wasit Laga Persebaya vs Persib

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak memilih tidak banyak bicara terkait kepemimpinan wasit usai timnya ditahan imbang Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Super -
Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Bandung menahan imbang 2-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026). Dalam laga ini pun menyedot perhatian publik setelah berbagai kejanggalan atas keputusan wasit. 
Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Eks Pelatih timnas Indonesia ini sekarang membangun pemain sepakbola perempuan. Berikut penjelasannya
Selengkapnya

Viral