News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cak Imin Dipanggil KPK, Syahganda Nainggolan Sebut Ada Kriminalisasi ke Orang di Luar Didukung Jokowi, Beberkan Ini ...

Pengamat politik Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan menilai kejanggalan dalam pemanggilan Cak Imin oleh KPK setelah ramai jadi Cawapres Anies Baswedan.
Kamis, 7 September 2023 - 09:18 WIB
Syahganda Nainggolan berbicara soal drama politik usai Anies Baswedan memilih Cak Imin sebagai Cawapres 2024.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat politik Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan menilai ada kejanggalan dalam pemanggilan Cak Imin oleh KPK setelah ramai jadi Cawapres Anies Baswedan.

Bakal Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan telah memutuskan memilih Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi Cawapres 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan yang disebut mengejutkan dan sepihak ini langsung disikapi tegas oleh Partai Demokrat.

Partai NasDem dan PKB resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Cawapres dalam Pilpres 2024, Sabtu (2/9/2023). 


Anies Baswedan bersama Cak Imin dan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono).

Sebelumnya, Anies Baswedan sempat menuliskan surat kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampinginya menjadi Cawapres.  

Namun, pada akhirnya Anies Baswedan menggandeng Cak Imin dalam Pilpres 2024. 

Imbasnya, Partai Demokrat resmi keluar dari koalisi Perubahan untuk Persatuan dan mencabut dukungan terhadap Anies Rasyid Baswedan.

Keputusan ini diambil sehari sebelum deklarasi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon Presiden dan bakal calon wakil Presiden, yang dilakukan di Surabaya, Jawa Timur. 

Setelah Cak Imin jadi Cawapres Anies Baswedan, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memanggil ketua PKB itu sebagai saksi korupsi di Kementerian Ketanagakerjaan (Kemnaker) pada 2021.

Menanggapi hal itu, Syahganda Nainggolan hadir sebagai narasumber di kanal Youtube mantan Ketua KPK Abraham Samad.

"Bang Syahanda Nainggolan ini mantan aktivis pergerakan mahasiswa ITB tahun 80-an, jadi berhadapan nih dengan legend-nya mahasiswa masa itu," ujarnya saat memperkenalkan Syahganda Nainggolan dalam Youtube Abraham Samad Speak Up.

Syahganda Nainggolan ikut berkomentar soal fenomena politik atau bahkan disebut drama politik yang mengejutkan sejumlah pihak atas Anies Baswedan memilih Cak Imin sebagai Cawapres-nya dalam Pilpres 2024.

"Bagaimana dengan terminologi yang digunakan oleh orang Demokrat yang merasa meradang ketika Anies memilih Cak Imin, ada yang mengatakan ini sebuah pengkhianatan, ini merupakan pergeseran dari visi misi perubahan?," tanya Abraham Samad.


Syahganda Nainggolan berbicara soal sosok Anies Baswedan memilih Cak Imin sebagai Cawapres 2024.

Menanggapi pertanyaan tersebut, menurut Syahganda bahwa diksi itu terlalu menyakitkan karena ini situasi yang tidak baik-baik saja.

"Kriminalisasi terhadap orang di luar didukung pak Jokowi itu kan terjadi," ujarnya.

Syahganda menerangkan kriminalisasi dalam pengertiannya adalah Demokrat mau dihancurkan oleh Pak Moeldoko, dan Sekjen Partai NasDem yang ditahan KPK kasus kasus korupsi BTS, Johnny G Plate.

"Kemudian kasus BTS tebang pilih, sebuah koran nasional sudah mengungkap siapa-siapa saja yang terlibat termasuk siapa yang dapat  baterainya BTS hampir Rp5 triliun itu, itu kan diasumsikan suaminya bu Puan Maharani," ujarnya.

"Kenapa di stop hanya sebatas Sekjen NasDem? yang cuma terima uang taktis, bukan soal nilai ya, tapi kenapa ini ditutupi, kenapa yang katanya kemungkinan terlibat anak menteri ini kenapa gak dibuka," ujarnya.

"Ini kan ada tebang pilih dilokalisir hanya untuk menjatuhkan NasDem, karena apa? NasDem ini namanya Anies dan sekarang temanya itu menurut riset dari CSS yang saya tahu dari bulan Maret lalu. tema itu integritas, bukan pemimpin berani kayak kata pak Jokowi atau pemimpin sederhana atau pemimpin rambut putih, bukan," terangnya.

Lanjutnya, Syahganda mengatakan bahwa Anies Baswedan adalah simbol perubahan.

Dia pun mengaku kaget ketika Gatot Nurmantyo yang selama ini dianggap oposisi, di mana mantan Panglima TNI itu bicara dalam sebuah podcast kalau simbol perubahan itu ada pada Anies Baswedan, bukan pada diri dia.

"Artinya dia sendiri mengakui kalau simbol perubahan tuh pada Anies, maksud saya itu semua orang harus merujuk pada Anies," ujarnya.

"Muhaimin datang dia bilang saya mau gabung pada koalisi perubahan, walaupun dia ngomong ada keberlanjutannya ikut, jangan dipikir AHY dan partai Demokrat, perubahan itu mereka, bukan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Politikus kelahiran Medan ini menegaskan bahwa Anies Baswedan merupakan simbol perubahan.

"Mereka kalau mau perubahan, dompleng Anies atau nempel Anies," tuturnya. (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral