News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mahfud MD Ungkap 570 Mafia Kemenkeu yang Terlibat dalam Pencucian Uang dan Transaksi Janggal

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan adanya 570 mafia Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang terlibat dalam tindakan pencucian uang dan transaksi janggal.
Kamis, 30 Maret 2023 - 09:45 WIB
Mahfud MD di Gedung DPR, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap ada 570 mafia Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang terlibat dalam pencucian uang dan transaksi janggal.

Hal itu ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI pada Rabu (29/3/2023). Dalam rapat tersebut, Mahfud mengungkap asal-usul adanya dugaan transaksi janggal Rp349 triliun di Kemenkeu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari VIVA, Mahfud MD mengaku memiliki kewenangan untuk mengungkap tentang dugaan transaksi mencurigakan yang ditemukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hal itu lantaran status Mahfud MD yang kini menjabat sebagai Ketua Komite Nasional TPPU.

Dalam pemaparannya, Mahfud MD mengatakan bahwa asal usul transaksi janggal Rp349 triliun itu dibagi di 3 kelompok yang salah satunya transaksi keuangan pegawai Kemenkeu yang mencapai Rp35 triliun.

"Satu, transaksi keuangan mencurigakan di pegawai Kementerian Keuangan. Kemarin Ibu Sri Mulyani di Komisi XI menyebut hanya Rp 3 triliun (3,3T), yang benar Rp 35 triliun," ujar Menko Polhukam.

Tak hanya itu, menurutnya ada juga transaksi keuangan janggal yang diduga melibatkan pegawai Kemenkeu dan pihak lain Rp53 triliun. Transaksi keuangan mencurigakan atas kewenangan pegawai Kemenkeu sebagai penyidik tindak pidana asal dan TPPU belum diperoleh datanya senilai Rp261 triliun. Maka ditotalkan Rp349 triliun.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut juga Mahfud MD juga mengatakan bahwa ada 491 aparatur sipil negara (ASN) Kemenkeu yang ikut terlibat di transaksi mencurigakan itu.

Menko Polhukam itu juga membeberkan terkait jumlah itu ada yang merupakan jaringan kelompok Rafael Alun Trisambodo yang diduga melakukan tindakan pencucian uang.

Mahfud juga mengatakan ada pihak lain yang terlibat dari 13 ASN kementerian/lembaga dan 570 non-ASN. Jika ditotalkan maka menjadi 570 orang yang terlibat.

Mahfud Ungkap Sosok Pemberi Info Intelijen

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap sosok yang kerap memberikannya info intelijen. Hal itu ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI.

Diketahui, Mahfud MD mengadapan rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI untuk membahas tentang transaksi janggal Rp349 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Rabu (29/3/2023).

Sosok yang memberikan informasi intelijen tersebut merupakan Kepala BIN Budi Gunawan. 

Dalam rapat tersebut, Mahfud justru mengatakan bahwa tak seharusnya Budi Gunawan melaporkan informasi kepadanya. Hal itu menurutnya, Budi Gunawan memiliki tanggungjawab langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan kepadanya.

"Pak Budi Gunawan itu anak buah langsung Presiden, bertangungjawab kepada Presiden, bukan anak buah Menko Polhukam. Tapi setiap minggu laporan resmi info intelijen kepada Menko Polhukam," ujar Menkopolhukam.

"Coba saudara (Arteria Dahlan) bilang ke Pak Budi Gunawan, menurut Undang-Undang BIN bisa diancam 10 tahun penjara, berani ndak menurut Pasal 44. Tiap malam saya dengan Pak Budi Gunawan di wa saya info intelijen,” sambungnya.

Pernyataan Menko Polhukam tentang Budi Gunawan itu lantaran ucapan Arteria yang menanyakan tentang alasan Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana atas data analisis transaksi keuangan Rp359 triliun ke Mhfud MD. Padahal Mahfud MD sendiri berstatus sebagai Ketua Komite Nasional Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

"Persis yang saudara bicara kepada saya bahwa kalau menyampaikan ke Menko Polhukam 10 tahun. Lah BIN menyampaikan bukan ke presiden tapi ke saya. Ini bulan Maret aja. Itu info intelijen masa ndak boleh. Lalu mau dihukum 10 tahun Pak Budi Gunawan. Dia bukan bawahan Polhukam tapi selalu lapor resmi olahan kepada saya,” lanjutnya.

Melansir dari VIVA, Arterian Dahlan dalam rapat dengar pendapat kemarin menanyakan sikap Menko Polhukan itu yang membenturkan dirinya dengan Budi Gunawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya punya karier dari kecil prof. Saya tidak pakai fasilitas apapun, tiba-tiba prof mencoba membenturkan saya dengan amat yang saya hormati Pak Budi Gunawan tadi. Bagi saya, takdir saya kalau pun saya harus berhenti di sini, saya berhenti Prof. Mimpi saya jadi anggota DPR, enggak pernah saya punya cita-cita. Saya tidak takut kehilangan jabatan, dan saya tidak bisa diancam-ancam,” ujar Arteria.

"Kalaupun hari ini nanti setelah ibu pimpinan saya mengatakan Arteria berhenti, ya saya berhenti Prof. Karena saya juga bisa terpilih, kalau saya enggak mungkin. Itu pasti ada budi baik tangan pimpinan, wong saya bukan orang sana bisa kepilih. Kalau coba dibenturkan begitu saya siap, enggak apa-apa. Tapi prof juga ingat saya di sini mewakafkan diri prof, untuk belajar menjadi anggota DPR yang baik,” sambungnya. (ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Minta Maaf Sudah Ingkar Janji? Karyawan Kebun Binatang Bandung Malah Terharu, Begini Faktanya

Dedi Mulyadi Minta Maaf Sudah Ingkar Janji? Karyawan Kebun Binatang Bandung Malah Terharu, Begini Faktanya

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM), memantau langsung pencairan upah bagi para pekerja di Kebun Binatang Bandung oleh Pemerintah Provinsi Jabar. 
Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Jay Idzes langsung jadi perhatian dalam laga Sassuolo vs Cagliari di Serie A 2025/2026. Bek Timnas Indonesia itu terlibat momen krusial saat perkuat klubnya.
Khawatir Musuh Atur Siasat, Iran Tolak Mentah-mentah Usulan Gencatan Senjata AS

Khawatir Musuh Atur Siasat, Iran Tolak Mentah-mentah Usulan Gencatan Senjata AS

Pemerintah Iran secara resmi menyatakan penolakannya terhadap tawaran gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat. 
Harga Plastik Melonjak, DPR Desak Kemendag Turun Tangan Lindungi UMKM

Harga Plastik Melonjak, DPR Desak Kemendag Turun Tangan Lindungi UMKM

Lonjakan harga plastik dan bahan kemasan mulai menekan pelaku usaha, terutama UMKM makanan dan minuman. 
Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Bali United sukses menutup pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang. Serdadu Tridatu pesta gol usai melibas PSBS dengan skor telak 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB.
Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Bali United sukses menutup pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang. Serdadu Tridatu pesta gol usai melibas PSBS dengan skor telak 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB.

Trending

Periksa Pihak Swasta, KPK Telusuri Soal Pemberian Uang ke Bupati Bekasi

Periksa Pihak Swasta, KPK Telusuri Soal Pemberian Uang ke Bupati Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal aliran uang kepada Bupati nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK) dari pihak swasta di kasus suap proyek ijon di Kabupaten Bekasi.
Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Bali United sukses menutup pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang. Serdadu Tridatu pesta gol usai melibas PSBS dengan skor telak 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB.
Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Bali United sukses menutup pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang. Serdadu Tridatu pesta gol usai melibas PSBS dengan skor telak 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB.
Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Dedi Mulyadi umumkan 3 program besar di Jawa Barat, dari gentengisasi, renovasi puluhan ribu rumah hingga apartemen subsidi yang menguntungkan UMKM dan MBR.
Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Berbagai upaya ditempuh para orang tua siswa dan komite sekolah dalam memperjuangkan nasib pendidikan ratusan siswa SMK IDN Bogor. Apa saja ini rangkumannya..
Soal Prabowo Bohongi Publik Terkait Swasembada Pangan, Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?

Soal Prabowo Bohongi Publik Terkait Swasembada Pangan, Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?

Pernyataan Feri Amsari yang menuding Presiden Prabowo Subianto membohongi publik soal swasembada pangan menuai kritik keras. 
Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN mengungkapkan alasan dibalik kekalahan telak atas Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia di final four Proliga 2026 Seri Surabaya.
Selengkapnya

Viral