News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang Dukung Rencana Mantan Pegawai KPK Bentuk Partai Serikat Pembebasan

Mantan Wakil Pimpinan KPK Saut Situmorang mengaku kaget dengan rencana para mantan pegawai KPK untuk membentuk partai politik. Meski sempat kaget, Saut
Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang ( kiri bawah) bersama para mantan pegawai KPK
Sumber :
  • Kurnia Dwi Hapsari

Bekasi, Jawa Barat- Mantan Wakil Pimpinan KPK Saut Situmorang mengaku kaget dengan rencana para mantan pegawai KPK untuk membentuk partai politik. Meski sempat kaget, Saut mendukung rencana pembentukan parpol yang diberi nama Partai Serikat Pembebasan tersebut.

"Sejujurnya saya juga surprise yah. Mungkin dalam analisis intelijen ada yg namanya inkubasi. Ada yang sudah bekerja 20 tahun, nah inkubasi itu menimbulkan pengalaman satu analisis bahwa negeri seperti sekarang ini politiknya kotor. Mereka ingin membangun partai politik yang bersih. Saya pikir saya akan memberikan dukungan kalau memang mau didirikan," ujar Saut saat berkunjung ke warung nasi goreng milik Tigor, mantan pegawai KPK, Rabu malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski mendukung, Saut masih menimbang apakah dirinya akan bergabung dengan partai yang didirikan mantan pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan di era pimpinan Firli Bahuri tersebut. Menurutnya, ia akan mengundang satu persatu mantan pegawai KPK untuk melihat arah tujuan pembentukan parpol tersebut.

"Kita liat dulu mau saya undang satu-satu ke rumah. Ingin saya tanya dulu pemikirannya sebenarnya seperti apa. Saya gak mau karena mereka sedikit beda, sedikit patah hati kemudian membuat upaya lain. Kalau memang itu clear gada salahnya buat parpol baru. Membangun indonesia lebih beradab, bersih, bebas dari korupsi," tambahnya.

Jika tujuan pembangunan partai tersebut untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi, Saut menilai rakyat Indonesia akan mendukung Partai Serikat Pembebasan ini.

Saut berharap, partai yang akan dibangun nantinya bukan sekedar partai kecil saja, namun memiliki tujuan untuk menang di pemilu dan mampu menunjukan kepada masyarakat bahwa partai tersebut adalah partai yang baik.

"Kan banyak partai kecil berdiri, memenuhi syarat undang undang, ikut pemilu, tapi dia kan kalah. Nah kita gamau itu nanti. Sekali kita dirikan, kita harus menang. Kita harus tunjukan kepada rakyat bahwa kita mampu membuat partai yang baik," tegas Saut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saut tidak mempermasalahkan jika nantinya, mantan pegawai KPK justru memilih bergabung dengan satuan lain (tawaran polri). (Kurnia Dwi Hapsari/rif)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral