GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Pewaris Takhta Teheran? Misteri Pengganti Ali Khamenei Mulai Terkuak

Ali Khamenei wafat, Iran masuk fase suksesi. Dewan sementara dibentuk, Majelis Pakar bergerak. Siapa kandidat terkuat pewaris takhta Teheran?
Minggu, 1 Maret 2026 - 13:45 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei setelah hampir 37 tahun berkuasa langsung membuka babak paling krusial dalam sejarah Republik Islam Iran. Bukan hanya soal kekosongan kepemimpinan, tetapi juga pertanyaan besar yang kini mengemuka di dalam dan luar negeri: siapa yang akan menjadi pewaris takhta tertinggi di Teheran?

Kematian Khamenei memaksa sistem politik Iran bergerak cepat mengikuti konstitusi. Dalam hitungan jam, mekanisme suksesi yang selama ini jarang terekspos ke publik mulai dijalankan, menandai dimulainya pertarungan senyap di jantung kekuasaan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dewan Kepemimpinan Sementara Ambil Alih

Sesuai konstitusi Iran, otoritas negara tidak dibiarkan kosong. Pemerintah membentuk dewan kepemimpinan sementara untuk menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi hingga sosok pengganti resmi ditetapkan.

Dewan ini terdiri dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Lembaga Peradilan Gholamhossein Mohseni Ejei, serta satu anggota Guardian Council yang ditunjuk oleh Dewan Kemanfaatan (Expediency Council).

Ketiga figur ini secara kolektif “sementara mengambil alih seluruh tugas kepemimpinan” hingga proses pemilihan pemimpin tertinggi baru rampung. Namun, peran mereka bersifat transisional dan tidak menentukan arah jangka panjang Iran.

Majelis Ulama Penentu Takhta

Kunci suksesi sesungguhnya berada di tangan Assembly of Experts atau Majelis Pakar. Badan beranggotakan 88 ulama Syiah ini memiliki mandat konstitusional untuk memilih Pemimpin Tertinggi Iran yang baru “secepat mungkin”.

Anggota Majelis Pakar dipilih melalui pemilu setiap delapan tahun, tetapi seluruh kandidat harus lolos seleksi Dewan Wali. Mekanisme ini membuat proses suksesi sangat tertutup dan dikontrol ketat oleh elite ulama dan institusi negara. Publik Iran, apalagi dunia luar, nyaris tak memiliki akses terhadap dinamika internal pemilihan tersebut.

Anak Khamenei Masuk Radar

Sejauh ini, tidak ada kandidat resmi yang diumumkan. Namun, satu nama terus beredar di kalangan analis dan diplomat: Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei.

Mojtaba, seorang ulama Syiah berusia 56 tahun, dikenal memiliki pengaruh kuat di lingkaran dalam kekuasaan Iran, meski tidak pernah menduduki jabatan pemerintahan formal. Ia disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam dan sejumlah ulama konservatif.

Namun, wacana pewarisan takhta dari ayah ke anak dinilai sangat sensitif. Banyak pihak menilai langkah tersebut berpotensi memicu kemarahan publik dan bahkan penolakan dari pendukung Republik Islam sendiri. Bagi sebagian kalangan ulama, suksesi berbasis garis keturunan dianggap bertentangan dengan prinsip revolusi Islam dan menyerupai pembentukan dinasti baru—ironi pahit setelah Iran menggulingkan monarki Shah pada 1979.

Kandidat Lama Gugur, Opsi Menyempit

Sebelum wafatnya Khamenei, sosok yang sempat digadang-gadang sebagai penerus adalah mantan Presiden garis keras Ebrahim Raisi. Namun, Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter pada Mei 2024, membuat peta suksesi berubah drastis.

Hilangnya Raisi mempersempit opsi dan memperkuat spekulasi bahwa lingkaran kekuasaan mungkin mencari figur internal yang sudah sangat dipercaya—atau justru mendorong kompromi di antara faksi-faksi ulama dan militer.

Suksesi Langka, Taruhannya Besar

Sejak Revolusi Islam 1979, Iran baru sekali mengalami transisi Pemimpin Tertinggi, yakni pada 1989 ketika Ruhollah Khomeini wafat dan digantikan oleh Khamenei. Artinya, Iran kini menghadapi suksesi kedua dalam sejarah republik Islam—di tengah situasi yang jauh lebih genting, termasuk konflik terbuka dengan Israel dan Amerika Serikat.

Pemimpin tertinggi Iran bukan sekadar kepala negara simbolik. Ia adalah pengambil keputusan final dalam seluruh urusan strategis, panglima tertinggi militer, serta pengendali Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kekuatan militer dan ekonomi paling berpengaruh di Iran.

Pertaruhan Arah Iran

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Siapa pun yang terpilih akan menentukan arah Iran untuk dekade ke depan: apakah tetap pada jalur konfrontasi keras dengan Barat, atau membuka ruang perubahan di tengah tekanan ekonomi dan keresahan publik.

Untuk saat ini, satu hal pasti: suksesi Ali Khamenei bukan sekadar pergantian figur, melainkan pertarungan arah ideologi, kekuasaan, dan masa depan Republik Islam Iran. Dunia pun menunggu, siapa sosok yang akan duduk di singgasana paling berkuasa di Teheran. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persija dan Timnas Indonesia Kena Dampaknya, Baru Datang, Mauro Zijlstra sudah Menepi

Persija dan Timnas Indonesia Kena Dampaknya, Baru Datang, Mauro Zijlstra sudah Menepi

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dipastikan mendapat kabar kurang sedap. Salah satu penyerangnya Mauro Zijlstra, mengalami cedera saat memperkuat Persija -
Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Timnas Indonesia berpotensi tampil tanpa kekuatan penuh pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar 27-30 Maret 2026. Sekitar tujuh pemain berlabel Timnas terancam
Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Perhatian publik Tanah Air musim ini tak hanya tertuju pada kiprah Timnas Indonesia, tetapi juga performa para pemainnya di kompetisi elite Eropa. Di Serie A -
Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Timnas Indonesia akan ambil bagian dalam ajang FIFA Series 2026 yang digelar pada 27 dan 30 Maret mendatang. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai salah satu tuan -
Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Pernyataan lama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapan tersebut ramai dibahas ulang setelah serangan gabungan Amerika
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 

Trending

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin usai kericuhan laga Persib vs Ratchaburi di ACL 2. Apakah Maung Bandung dijatuhi sanksi? Ini keputusan resmi dari AFC.
Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu jadi kiper andalan Timnas Indonesia, mantan pemain Arema FC ini kini aktif live di TikTok untuk berjualan keripik.
Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Menghadapi pemain Red Sparks sebagai lawan di Asian Games 2018. Pertemuan kembali seolah menegaskan perjalanan takdir yang mempertemukan Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral