Presiden Donald Trump Ancam Luncurkan Serangan Kedua Terhadap Venezuela Jika Tak Penuhi Ajakan Amerika Serikat
- Antara
tvOnenews.com - Setelah serangan militer terhadap Venezuela yang diluncurkan pada Sabtu (3/1/2026), Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer kedua setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Hal ini diungkapkan Donald Trump pada Minggu, (4/1/2026) kepada wartawan di atas pesawat Air Force One yang menimbulkan kemungkinan intervensi militer AS lebih lanjut di Amerika Latin.
Dilansir dari Reuters, Donald Trump mengatakan serangan akan kembali dilancarkan apabila anggota pemerintahan yang tersisa tidak dapat bekerja sama dengan upaya untuk “memperbaiki” negara tersebut.
Selain itu, penjelasan ini juga mengisyaratkan Kolombia dan Meksiko akan menghadapi tindakan militer yang sama jika tidak mengurangi aliran narkoba ilegal ke Amerika Serikat.
“Operasi Kolombia terdengar bagus bagi saya,” ungkap Trump, dilansir dari Reuters pada Selasa (6/1/2026).
- ANTARA
Bukan hanya itu, Trump juga mengungkapkan bahwa Kuba yang merupakan sekutu dekat Venezuela, “tampaknya siap jatuh dengan sendirinya tanpa tindakan militer AS”.
Kabarnya, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditahan di pusat penahanan New York yang akan melakukan sidang pengadilan atas tuduhan narkoba.
Penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat telah membuat spekulasi mendalam tentang apa yang akan terjadi di negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu.
Dilansir dari Reuters, Trump juga menegaskan pemerintahannya akan bekerja sama dengan anggota pemerintahan Venezuela yang tersisa.
Kerja sama ini bertujuan untuk menindak tegas perdagangan narkoba dan merombak industri minyak, daripada harus dilakukan pemilihan umum dalam waktu singkat untuk mengangkat pemerintahan baru.
Sementara itu, para pejabat pemerintahan Maduro masih memegang kendali dan menyebut penahanan Presiden dan istrinya, Cilia Flores sebagai sebuah penculikan.
“Disini hanya ada satu presiden, yang bernama Nicolas Maduro Moros. Jangan sampai ada yang terpancing oleh provokasi musuh,” ujar Menteri Dalam Negeri, Diosdado Cabello dalam keterangannya.
Dengan mata tertutup dan tangan diborgol, foto-foto Maduro tersebar membuat publik Venezuela terkejut.
Untuk menyelamatkan pemimpin negaranya, Pemerintah Venezuela membentuk komisi tingkat tinggi guna mengupayakan pembebasan Maduro beserta istrinya.
Load more