News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

India Stop Ekspor Beras, Dikhawatirkan Picu Inflasi Pangan Dunia

India stop ekspor beras, dikhawatirkan picu inflasi pangan dunia. India memberlakukan larangan ekspor beras non-basmati usai harga beras naik 3 persen dalam sebulan.
Selasa, 8 Agustus 2023 - 12:18 WIB
India stop ekspor beras, dikhawatirkan picu inflasi pangan dunia
Sumber :
  • Azmi-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - India stop ekspor beras, dikhawatirkan picu inflasi pangan dunia.

India memberlakukan larangan ekspor beras non-basmati usai harga beras naik 3 persen dalam sebulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gagal panen di sentra-sentra produksi beras seperti Punjab dan Haryana menyebabkan petani harus menanam ulang padi mereka.

Larangan ini berlaku mulai 20 Juli 2023 lalu. Larangan tersebut dikhawatirkan memicu inflasi pangan dunia. Pasalnya, India menyumbang 40 persen ekspor beras dunia.

Di sisi lain, beras merupakan salah satu makanan pokok utama dunia dan dikonsumsi sekitar setengah dari populasi dunia.

Terkait larangan ekspor beras India, Indonesia mengambil langkah melalui Perum Bulog.

Perum Bulog menyasar tiga negara tujuan impor beras untuk pemenuhan stok nasional setelah India memutuskan untuk tidak lagi mengekspor beras per 20 Juli 2023.

Opsi importasi beras dilakukan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan akibat fenomena cuaca El Nino.

India stop ekspor beras, dikhawatirkan picu inflasi pangan dunia. Dok: Asep Fathulrahman-Antara

Kementerian Pertanian (Kementan) pun telah membentuk gugus tugas dalam menghadapi El Nino yang diprediksi terjadi sekitar Juni dan semakin intens pada Agustus nanti.

"Vietnam, Thailand. Ada kemungkinan nanti dari negara Pakistan yang masih belum menutup (ekspor) ya," ujar Direktur Perum Bulog Budi Waseso, Rabu (2/8/2023) lalu.

Budi menyebut keputusan India untuk menghentikan ekspor beras demi ketahanan pangan dalam negeri tidak berpengaruh pada stok beras yang dikelola Perum Bulog.

Stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai sekitar 1,3 juta ton. Jumlah tersebut masih mencukupi.

Perum Bulog juga masih melakukan penyerapan beras dalam negeri yang ditargetkan mencapai 2,4 juta ton hingga akhir tahun.

Untuk pengadaan beras melalui importasi, Perum Bulog menargetkan paling lambat sudah masuk pada 4 Desember 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah mengalokasikan kuota impor beras sebanyak 2 juta ton kepada Perum Bulog. Sebanyak 500.000 ton di antaranya sudah direalisasikan hingga Mei 2023.

"Kita kan masih menyerap di dalam (negeri) sama nanti ada kita mau mendatangkan lagi untuk stok. Jadi kalau kita datangkan (impor), stoknya ini sampai yang kuotanya 2 juta itu. Ya kita punya stok akhir itu 2,3 juta ton," jelasnya. (ant/nsi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT